Petakan demo 25-11 & 2-12, polisi pakai 'tactical floor game'
Petakan demo 25-11 & 2-12, polisi pakai 'tactical floor game'. Menghadapi rencana aksi besar pada 25 November dan 2 Desember mendatang, polisi menggunakan 'tactical floor game' untuk memperkirakan pergerakan massa dan penempatan aparatnya. Pemetaan akan dilakukan di Gedung Parlemen.
Meski Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menyatakan aksi menuntut Gubernur non-aktif DKI Jakarta dipenjara dilakukan 2 Desember mendatang, namun polisi tetap mewaspadai aksi demo yang akan berlangsung 25 November besok. Sampai saat ini, Polda Metro Jaya belum menerima surat pemberitahuan soal aksi besok.
"Pemberitahuan belum ada, kita tunggu perkembangan informasinya dan kita berjaga-jaga," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11).
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Polda Metro Jaya akan menggunakan 'tactical floor game' untuk memetakan daerah-daerah rawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan. Penggunaan taktik analisis kerawanan telah disampaikan kepada seluruh personel Polri dan TNI.
"Kalau ada massa begini bagaimana, kalau ada massa lewat bagaimana antisipasinya. Lalu, apa yang harus dilakukan, termasuk prosedur tetap yang ada," ujarnya.
Dalam hal tersebut, lanjut Awi, pihaknya telah menempatkan personel di tempat-tempat strategis dengan berjumlah 26 titik. "Pokoknya ada 26 titik, kita tidak dapat berikan di mana saja," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sebelumnya telah menyatakan akan menggelar 'Aksi Bela Islam III' pada 2 Desember. Dalam aksi tersebut menuntut agar pihak kepolisian menahan Basuki T Purnama atas dugaan penistaan agama.
Baca juga:
Kapolda Sulsel kantongi kelompok pendemo diduga ingin makar
MUI sebut demo 2 Desember sudah melenceng dari tujuan awal
Polri soal maklumat: Itu larangan blokir Jalan Sudirman dan Thamrin
Warga DKI diminta tak takut dengan sebaran maklumat 2 Desember
Panglima TNI soal demo 2 Desember: Ikuti aturan, jangan sok-sokan!