Pesawat Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros–Pangkep, Ini Identitas Kru dan Penumpangnya
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar Muh Arif Anwar mengatakan pesawat IAT ATR-400 tersebut mengangkut 11 orang.
Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap pesawat ATR-400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setelah dinyatakan hilang kontak. Berdasarkan data manifest, pesawat bernomor penerbangan PK-THT tersebut mengangkut delapan kru dan tiga penumpang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar Muh Arif Anwar mengatakan pesawat IAT ATR-400 tersebut mengangkut 11 orang. Arif merinci dari 11 orang tersebut delapan orang merupakan kru pesawat dan tiga merupakan penumpang.
"Di mana delapan kru dan tiga penumpang yang ikut. Di atas on board jumlahnya 11 (orang)," ujarnya.
11 Orang di Dalam Pesawat
Berdasarkan data ayang dihimpun, identitas 11 orang di dalam pesawat yakni kapten Andi Dahananto, Yudha Mahardika, Kapten Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther. Sementara identitas tiga penumpang yakni Aprilita, Deden, Ferry, dan Yoga.
"Saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak TNI AU untuk memberangkatkan satu unit helikopter Caracal yang bisa observasi melalui udara. Apabila sudah ditemukan mungkin dari Caracal itu juga bisa langsung evakuasi melalui udara," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar Muh Arif Anwar menyebut pesawat Indonesia Air Transport ATR 400 yang hilang kontak ternyata disewa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
Nomor Penerbangan PKTHT rute Yogyakarta-Makassar
Pesawat dengan nomor penerbangan PKTHT rute Yogyakarta-Makassar dan mengangkut 11 orang tersebut ini hilang di sekitar wilayah Maros-Pangkep.
"Kami menerima info dari Airnav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 milik IAT (Indonesia Air Transport) yang dioperasikan oleh atau disewa oleh KKP seperti itu. Jumlah penumpang 11 orang, di mana 8 kru dan 3 penumpang yang ikut di atas on board," ujarnya di Kantor Basarnas Makassar.
Arif mengaku sudah mengerahkan personel ke titik kontak terakhir pesawat IAT tersebut. Berdasarkan titik koordinat yang dikirim Airnav Makassar, Arif menyebut lokasi jatuhnya pesawat di daerah Taman Nasional Bantimurung.
"Di mana titik duga setelah kami plot koordinat terakhir yang diberikan oleh pihak ATC itu mengarah di daerah Bantimurung dan sekitarnya. Nah tim kami tadi sudah sampai di sana dan sudah membuat satu posko SAR gabungan di daerah Bantimurung," tuturnya.