Pesawat Haji Gangguan Teknis Saudi Airlines Tiba Selamat di Madinah
Sempat alami gangguan teknis, Pesawat Haji Gangguan Teknis Saudi Airlines yang membawa 380 jemaah kloter 16 asal Jatim akhirnya tiba dengan selamat di Madinah, setelah transit di Kualanamu.
Pesawat Saudi Airlines yang mengangkut 380 calon haji kloter 16 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilaporkan telah tiba dengan selamat di Madinah, Arab Saudi. Kedatangan ini terjadi setelah pesawat tersebut sempat mengalami gangguan teknis yang menyebabkan penundaan keberangkatan dari Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Insiden ini terjadi pada Ahad (26/4) saat pesawat melakukan pendaratan teknis untuk pengisian bahan bakar.
Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengonfirmasi bahwa pesawat mendarat pada pukul 04.22 Waktu Arab Saudi (WAS) pada Selasa (29/4). Seluruh jemaah telah menempati hotel masing-masing pada pukul 05.35 WAS. Gangguan teknis yang dialami pesawat adalah pada sistem hidrolik roda, sehingga memerlukan perbaikan sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Selama proses perbaikan yang memakan waktu sekitar 24 jam, para calon haji dievakuasi dan diinapkan di sejumlah hotel di sekitar Bandara Kualanamu. Pihak PPIH memastikan bahwa seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang baik, termasuk akomodasi dan konsumsi, selama masa penantian keberangkatan kembali menuju Tanah Suci.
Detail Gangguan Teknis dan Penanganan Jemaah
Gangguan teknis pada Pesawat Haji Gangguan Teknis Saudi Airlines ini terdeteksi setelah proses pengisian bahan bakar di Bandara Internasional Kualanamu. Kerusakan pada sistem hidrolik roda pesawat mengharuskan perbaikan mendesak, yang berdampak pada penundaan jadwal penerbangan. Kondisi ini menyebabkan ratusan calon haji harus menunggu lebih lama untuk bisa melanjutkan ibadah haji mereka.
Menyikapi situasi tersebut, pihak maskapai dan PPIH segera mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi seluruh jemaah. Mereka diinapkan di beberapa hotel di sekitar Bandara Kualanamu, memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah selama menunggu. Proses perbaikan pesawat membutuhkan waktu sekitar 24 jam, menunjukkan kompleksitas masalah yang terjadi.
Zulkifli Sitorus menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah. “Seluruh jamaah dilayani dengan baik, termasuk akomodasi dan konsumsi yang disediakan oleh pihak maskapai,” ujarnya, memastikan tidak ada jemaah yang terlantar akibat insiden ini. Penanganan yang sigap ini bertujuan agar jemaah tetap merasa tenang dan nyaman meskipun menghadapi kendala.
Peran Strategis Bandara Kualanamu dalam Operasional Haji
Bandara Internasional Kualanamu, yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Aviasi, memiliki peran vital sebagai titik pendaratan teknis bagi penerbangan haji menuju Tanah Suci. Pada musim haji tahun ini, bandara tersebut mencatat sebanyak 274 pendaratan teknis penerbangan haji.
Jumlah tersebut terbagi atas 142 penerbangan Garuda Indonesia dan 132 penerbangan Saudi Airlines. Hal ini menunjukkan bahwa Bandara Kualanamu menjadi hub penting untuk pengisian bahan bakar dan pemeriksaan teknis pesawat haji sebelum melanjutkan perjalanan panjang ke Arab Saudi.
Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, menyatakan bahwa operasional penerbangan haji berjalan terkendali. Dukungan kapasitas apron dan area parkir pesawat yang memadai memastikan kelancaran proses ini. Peran Bandara Kualanamu sangat krusial dalam mendukung kelancaran ibadah haji nasional.
Selain sebagai titik pendaratan teknis, Bandara Kualanamu juga melayani fase embarkasi jemaah calon haji asal Sumatera Utara. Layanan embarkasi ini berlangsung dari 22 April hingga 11 Mei 2026, dan akan dilanjutkan dengan fase debarkasi pada 1 hingga 21 Juni 2026. Ini menunjukkan fungsi ganda bandara dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
Sumber: AntaraNews