Pesan Perdamaian Lewat Lukisan Denny JA di Tengah Perang Iran Vs Israel
Di tengah gejolak itu, satu narasi ditawarkan bukan lewat senjata melainkan melalui karya seni
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Denny Januar Ali (Istimewa)
(@ 2024 merdeka.com)Perang Israel dengan Iran semakin memanas akibat gempuran udara Amerika Serikat. Di tengah gejolak itu, satu narasi ditawarkan bukan lewat senjata melainkan melalui karya seni.
Sastrawan Denny JA merespons tragedi global ini dengan melahirkan serial lukisan perdamaian yang diberi judul 'The Deal of Century'.
Empat tokoh dunia hadir dalam kanvas: Donald Trump (AS), Benyamin Netanyahu (Israel), Ayatollah Ali Khamenei (Iran), dan Mahmoud Abbas (Palestina).
"Lukisan ini sekaligus doa agar imajinasi perdamaian tercipta," kata Denny yang juga pelukis dan pemikir publik dalam keterangannya, Senin (23/6).
Mereka berdiri dengan ekspresi khas, mengenakan batik Nusantara yang memesona. Di belakang mereka merpati membawa ranting zaitun, jet tempur yang berhenti di langit, bola dunia, mikrofon perdamaian.
Dalam narasi imajiner itu, keempat tokoh menandatangani perjanjian bersejarah dan dianugerahi Nobel Perdamaian. Dunia pun bernafas lega.
"Sebuah kesepakatan perdamaian global digambarkan secara simbolik. Dua negara merdeka berdampingan Israel dan Palestina yang saling menghormati," tuturnya.
Namun, Denny JA tak berhenti hanya pada pesan damai. Ia memperkenalkan sesuatu yang lebih besar. genre lukisan baru yang disebutnya sebagai 'Imajinasi Nusantara'.
Genre ini lahir dari tiga elemen utama. Batik sebagai representasi budaya Nusantara, dikenakan para tokoh dengan corak mencolok dan sangat detail.
Kemudian figur manusia yang dilukis secara realistis dan proporsional. Selanjutnya, latar belakang yang imajinatif dan surealis dengan langit tak biasa, burung-burung simbolik, dan awan bermakna.
"Maka, jika perdamaian yang kita cari, biarkan lukisan ini menjadi doa kolektif kita," tandasnya.