Perusakan masjid Ahmadiyah di Kendal masih diusut
Lokasi bangunan dirusak dijaga polisi. Warga diminta tenang dan tak terpancing.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, turun tangan mengusut perusakan bangunan dan masjid Al Kautsar milik jamaah Ahmadiyah di Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum. Mereka mengirimkan Tim Litbang buat mengetahui akar permasalahan.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kendal, Ahmad Zaenudin mengatakan, bangunan dan masjid milik Amadiyah ini sudah tiga kali diprotes warga. Namun demikian, pihak Kemenag menyayangkan terjadinya perusakan. Seharusnya, menurut dia, dilakukan dialog antara warga dengan jamaah Ahmadiyah terlebih dahulu, sehingga tidak memicu aksi main hakim.
"Hari ini Tim Litbang Kemenag Kendal sedang melakukan kajian di Desa Purworejo, dan akan memintai keterangan dari dua belah pihak," jelas Zaenudin usai pembukaan MTQ tingkat Kabupaten di Alun-Alun Kendal, Jawa Tengah, Selasa (24/5).
Sampai saat ini, bangunan dirusak masih dijaga polisi maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Kapolres Kendal, AKBP Maulana Hamdan, menyatakan masih mendalami kasus perusakan itu. Dia meminta masyarakat sekitar tidak mudah terpancing dan main hakim sendiri.
"Kita beri toleransi agama. Saat ini kami masih melakukan pendalaman kasus. Diharapkan warga bisa saling memberikan toleransi beragama. Kemudian jangan sampai terprovokasi sehingga melakukan main hakim sendiri," kata Maulana Hamdan.
Baca juga:
Mabes Polri kecam aksi pengrusakan masjid Ahmadiyah di Kendal
Ini penyebab warga di Kendal rusak bangunan jemaah Ahmadiyah
Meski disegel, masjid Ahmadiyah di Bukit Duri tetap boleh dipakai
Menag minta Pemkab Bangka tak main usir jemaah Ahmadiyah
Saat ibadah, Jemaah Ahmadiyah selalu berpakaian rapi dan bawa mobil