Perusakan Fasilitas Air Bersih Mimika Hambat Percepatan Layanan Vital Warga
Aksi perusakan fasilitas air bersih di Mimika oleh oknum tak bertanggung jawab serius menghambat program layanan vital bagi masyarakat, mendorong Dinas PUPR Mimika untuk mengambil langkah strategis.
Program percepatan layanan air bersih di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menghadapi tantangan serius akibat aksi perusakan fasilitas. Oknum tak bertanggung jawab melakukan pencurian meteran, pemotongan pipa, dan perusakan keran air yang telah terpasang. Tindakan ini secara signifikan mengganggu upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mengoptimalkan pasokan air bersih bagi warganya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyatakan bahwa perusakan ini menjadi penghambat utama. Peristiwa vandalisme ini terjadi hampir setiap tahun, padahal pembangunan fasilitas membutuhkan biaya besar.
Akibatnya, aliran air ke rumah-rumah warga yang sudah tersambung menjadi terputus, merugikan masyarakat penerima manfaat. Pemkab Mimika terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah berulang ini.
Modus dan Dampak Perusakan Infrastruktur Air
Inosensius Yoga Pribadi menjelaskan bahwa modus perusakan meliputi pencurian meteran air dan keran, serta pemotongan pipa. Barang-barang curian tersebut seringkali dijual kepada pengumpul besi tua. Tindakan ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga memutus akses air bagi warga.
Yoga menambahkan bahwa perusakan ini terjadi berulang kali, bahkan setelah fasilitas diperbaiki atau diganti. “Di tahun kemarin ada yang kita langsung tangani, tetapi setelah kita ganti dirusak lagi,” ungkap Yoga. Kondisi ini menunjukkan adanya pola perusakan yang sistematis dan merugikan program pemerintah.
Perusakan fasilitas ini sangat menghambat percepatan program layanan air bersih yang menjadi prioritas Pemkab Mimika. Upaya pemerintah untuk menyediakan akses air bersih yang merata menjadi terganjal. Masyarakat yang seharusnya menikmati layanan vital ini justru terpaksa menghadapi gangguan pasokan air.
Strategi Pemkab Mimika dan Harapan Partisipasi Masyarakat
Menanggapi masalah ini, Dinas PUPR Mimika berencana menerapkan kebijakan baru untuk mengamankan fasilitas. Ke depan, pemasangan meteran air dan keran akan diwajibkan berada di dalam pagar rumah pelanggan agar lebih terpantau. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan tanggung jawab pemilik rumah.
Yoga menegaskan bahwa pihaknya akan membuat aturan yang prinsipnya menjadikan meteran air dan keran sebagai tanggung jawab pelanggan untuk menjaga. Saat ini, tim Dinas PUPR Mimika sedang berada di lapangan untuk mendata fasilitas yang rusak atau dicuri. Langkah ini penting untuk evaluasi dan perencanaan perbaikan selanjutnya.
Program percepatan pelayanan air bersih merupakan prioritas utama Pemerintah Mimika, yang diluncurkan oleh Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati pada 12 Juli 2025. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga seluruh fasilitas infrastruktur yang telah dibangun.
Pemkab Mimika telah memasang 14.000 jaringan Sambungan Rumah (SR) di rumah warga, dengan 900 sambungan di antaranya sudah dialiri air. Yoga mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas air bersih ini demi kepentingan bersama.
Sumber: AntaraNews