Persebaya vs Persija: Bernardo Tavares Sebut Tekanan Ada di Macan Kemayoran Jelang Laga Krusial
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai Persija Jakarta menanggung beban lebih besar untuk meraih kemenangan dalam laga BRI Super League 2025/2026. Simak analisis lengkap Persebaya vs Persija.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyatakan bahwa tekanan untuk meraih kemenangan pada pertandingan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 ada pada tim Persija Jakarta. Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan kedua tim yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/4) pukul 19.00 WIB.
Laga krusial ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, menjadi sorotan utama. Tavares menyoroti kondisi Persija yang sangat membutuhkan kemenangan untuk tetap bersaing dalam perburuan gelar juara musim ini.
Terlebih, Macan Kemayoran mengakhiri tiga laga terakhirnya tanpa kemenangan, menambah beban ekspektasi. Kemenangan akan sangat berarti bagi Persija untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara liga.
Persija Terbebani Hasil Buruk Sebelumnya
Bernardo Tavares menyoroti kondisi Persija Jakarta yang belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Situasi ini, menurutnya, menambah tekanan besar bagi Macan Kemayoran untuk tampil maksimal di kandang sendiri. Meskipun demikian, Persebaya tidak pernah merencanakan untuk seri atau kalah, melainkan selalu berupaya untuk memenangkan pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa pertandingan ini akan menjadi laga yang sulit bagi timnya. Namun, dia optimistis Persebaya memiliki potensi untuk memberikan kejutan. Persebaya bertekad untuk mematahkan rekor buruk saat bermain di SUGBK.
Posisi Persija di klasemen yang lebih tinggi dari Persebaya juga menjadi salah satu alasan mengapa tekanan lebih besar berada di pundak tim tuan rumah. Kemenangan sangat vital bagi Persija untuk menjaga asa juara di BRI Super League musim ini.
Misi Persebaya Memutus Tren Negatif di SUGBK
Selain berambisi meraih poin penuh, motivasi utama Persebaya dalam laga ini adalah mengakhiri catatan buruk di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Bajul Ijo sudah lama tidak merasakan kemenangan saat bertandang ke markas Persija di SUGBK. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Bernardo Tavares.
Sejarah mencatat, kemenangan terakhir Persebaya di SUGBK melawan Persija terjadi pada Desember 2019 dengan skor tipis 2-1. Momen tersebut menjadi kenangan manis yang ingin diulang oleh para pemain dan suporter Persebaya di pertandingan mendatang.
Pada pertemuan terakhir musim lalu di SUGBK, Persebaya hanya mampu membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1. Saat itu, gol Flavio Silva berhasil menyamakan kedudukan setelah Persija sempat unggul lebih dulu melalui gol Rayhan Hannan.
Bernardo Tavares menegaskan bahwa hasil masa lalu tidak akan mengubah fokus timnya untuk pertandingan besok. Ia menekankan pentingnya konsentrasi tinggi bagi para pemain Persebaya.
Fokus dan Mentalitas Kuat Jadi Kunci Persebaya
Pelatih Persebaya menekankan bahwa pertandingan melawan Persija akan menjadi laga yang berbeda dari sebelumnya. Fokus utama tim adalah menjaga mentalitas pemain agar tetap kuat sepanjang pertandingan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan fatal seperti yang terjadi di laga tandang sebelumnya.
Bernardo mengingatkan timnya tentang kekalahan telak 1-5 saat bertandang melawan Borneo FC di laga tandang terakhir. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Persebaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan.
Hanya dengan fokus yang tinggi dan mentalitas yang kuat, Persebaya percaya dapat meraih hasil positif di SUGBK. Kesiapan mental dan strategi yang matang akan menjadi penentu dalam laga krusial ini.
Sumber: AntaraNews