Perjuangkan nasib, para atlet disabilitas Sumsel datangi DPRD
Mereka kurang mendapat perhatian Pemprov. Bahkan saat ke perwakilan rakyat, mereka hanya disambut satu anggota DPRD.
Anggaran pendanaan pemusatan pelatihan daerah (Pelatda) Pekan Paralympian Nasional (Peparnas) tak kunjung menemui titik terang, sehingga menyebabkan kurang makan, belasan perwakilan atlet disabilitas Sumsel mendatangi DPRD setempat. Ironisnya, kunjungan mereka hanya diterima oleh seorang anggota dewan.
Sebanyak 13 atlet disabilitas datang ke gedung DPRD Sumsel dengan mengendarai sepeda motor, Senin (29/8). Sejumlah staf DPRD langsung mengarahkan para atlet bertemu dengan Komisi V yang membidangi olahraga, kesehatan dan agama.
Berharap disambut banyak anggota dewan, para atlet disabilitas justru hanya diterima satu orang. Untungnya, yang dimaksud adalah Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Fahlevi Maizano.
Menurut Fahlevi, ketidakhadiran anggota yang lain karena baru selesai reses sehingga belum bisa masuk kerja. Apalagi jadwal kunjungan para atlet terbilang mendadak.
"Saya minta maaf karena hanya saya yang bisa menemui kawan-kawan atlet. Tapi status saya sebagai ketua komisi," ungkap Fahlevi.
Fahlevi juga mengaku baru mengetahui nasib para atlet disabilitas dari media. Dirinya tidak menyangka terdapat permasalahan besar yang dihadapi atlet abnormal asal daerah itu.
"Baru hari ini saya baca dari media. Kok ada seperti ini masalahnya," kata dia.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumsel, Ryan Yohwari mengungkapkan, kedatangannya ke DPRD Sumsel untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan yang dihadapi kontingen Sumsel. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum juga menerima kucuran dana dari pemerintah setempat selama mengikuti pelatda sejak 14 Juli 2016 lalu.
"Dana tidak ada, sampai sekarang belum dibantu APBD, akhirnya atlet-atlet kami kurang makan. Kami minta keadilan," ujarnya.
"Sejak 2015 NPC berdiri, kami baru bisa menemui DPRD, audiensi dengan gubernur tak pernah diterima, dengan pejabat lain tak ditanggapi," tutupnya.
Baca juga:
Perjuangan menyedihkan atlet disabilitas Sumsel demi Kejurnas Solo
Atlet disabilitas Sumsel makan berlauk tempe & ikan sepat
Selain makan menu sisa, atlet disabilitas Sumsel tak diberi saku
Derita atlet disabilitas di Palembang, tak diurus Pemda sampai sakit
Usai pesta Owi-Butet, atlet disabilitas masih terpinggirkan