Peringati hari populasi sedunia, 13 Orangutan dilepasliarkan di hutan Kalteng
Ketiga belas orangutan ini terdiri dari 4 jantan dan 9 betina, dengan 4 di antaranya adalah 2 pasang ibu-anak, akan dibawa dalam dua pemberangkatan yang berbeda, hari ini dan 14 Juli 2018 mendatang. Hutan TNBBR yang masuk di wilayah kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah itu, merupakan hutan alami.
Tiga belas individu Orangutan dilepasliarkan ke hutan taman nasional bukit baka bukit raya (TNBBR) di Kalimantan Tengah, mulai hari ini. Pelepasliaran ke sepuluh kalinya ini, menggenapkan jumlah orangutan yang dilepasliarkan di hutan TNBBR menjadi 92 individu orangutan. Pelepasliaran juga berkaitan dengan hari populasi sedunia, yang diperingati setiap 11 Juli.
Ketiga belas orangutan ini terdiri dari 4 jantan dan 9 betina, dengan 4 di antaranya adalah 2 pasang ibu-anak, akan dibawa dalam dua pemberangkatan yang berbeda, hari ini dan 14 Juli 2018 mendatang.
"13 Orangutan ini dilepasliarkan setelah menjalani masa rehabilitasi yang panjang di pusat rehabilitasi orangutan yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) di Nyaru Menteng," kata CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite, dalam keterangan diterima merdeka.com, Kamis (12/7).
Hutan TNBBR yang masuk di wilayah kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah itu, merupakan hutan alami. Dari Nyaru Menteng, diperlukan waktu 10-12 jam perjalanan darat dan sungai.
"Di sepanjang tahun 2018 ini saja kami di Nyaru Menteng, telah menerima 4 bayi orangutan baru. Memang terdengar sedikit, tapi kami masih punya lebih dari 400 orangutan yang kami rawat," ujar Jamartin.
Jamartin menerangkan, deforestasi atau kegiatan penebangan hutan, dan berbagai tindakan manusia lainnya menjadi faktor utama mendorong satwa liar ke jurang kepunahan.
"Upaya konsumsi sumber daya alam yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan kitalah penyebab utamanya. Dengan menyelamatkan orangutan, kita menyelamatkan kemanusiaan," ungkap Jamartin.
Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Adib Gunawan menambahkan, perlindungan orangutan liar di habitatnya, kerap diabaikan. "Banyak dari kita yang tidak paham bahwa perlindungan alam liar beserta isinya adalah tanggung jawab kita semua. Ada banyak satwa liar yang hidup dalam wilayah-wilayah hutan yang terfragmentasi dan terancam," ujarnya.
Baca juga:
Bayi kembar orangutan Tapanuli terlihat di hutan Batang Toru
Enam pembunuh orangutan di Kalimantan divonis ringan
BKSDA Aceh sita Orangutan yang dipelihara anggota TNI
Atraksi tinju orang utan ramaikan pembukaan kebun binatang di Phnom Penh
'Orangutan punya peran jaga hutan yang tidak bisa dilakukan manusia'
Direhabilitasi 10 tahun, enam orangutan dilepasliarkan di hutan Kaltim
Deretan hewan lucu yang tingkat kecerdasannya mendekati manusia