Peringati Hari Kartini, DWP Kemenko Perekonomian Ajak Perempuan Lestarikan Budaya Indonesia
Misi WBI yang dipimpin Yanti Airlangga dalam mendorong pelestarian warisan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Warisan Budaya Indonesia (WBI) menegaskan komitmennya dalam mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Indonesia, khususnya yang berkiprah dalam pelestarian budaya nasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam acara bertema “Kartini, Warisan Budaya Identitas Bangsa” yang digelar di Gedung AA Maramis, Jakarta, Selasa (5/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini.
Tema tersebut diangkat sejalan dengan misi WBI yang dipimpin Yanti Airlangga dalam mendorong pelestarian warisan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Pembacaan Puisi
Acara berlangsung meriah dengan penampilan pembacaan puisi oleh Melanie Subono yang dikenal sebagai artis sekaligus aktivis sosial. Selain itu, sejumlah penyanyi senior dan lintas generasi turut memeriahkan acara, di antaranya Nona Ria, Rafika Duri, Marini Soerjosoemarno, Widyawati, Chandra Satria, Ninda Felina hingga Kris Dayanti.
Dalam kesempatan itu, WBI juga menggelar sesi bincang-bincang budaya yang dipandu Moza Paramita bersama Ketua Bidang Pelestarian WBI, Suyin Pramono. Diskusi menyoroti pentingnya mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan budaya Indonesia, terutama melalui keberagaman wastra Nusantara.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap perempuan muda yang aktif mempromosikan budaya Indonesia, panitia juga memberikan Kartini Muda Award kepada sejumlah desainer muda Tanah Air.
Salah satu penerima penghargaan adalah Nabila Shafia Misha, desainer muda asal Tangerang, Banten, yang lahir pada 18 Januari 2010. Di usia belia, Nabila dinilai berhasil menghadirkan lini busana Raya yang memadukan detail modern dengan sentuhan budaya Indonesia.
Desainer muda
Penghargaan serupa diberikan kepada desainer muda Anya yang dikenal banyak mengambil inspirasi dari wastra Indonesia, termasuk kain khas Sumba. Karya-karyanya dinilai mampu menghadirkan tampilan wastra yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda.
Kartini Muda Award juga diberikan kepada Ribie Siti Fardryan, desainer muda yang konsisten mengangkat kain-kain Nusantara dalam setiap rancangannya. Selain berkarya di dunia mode, Ribie juga aktif menginspirasi anak-anak dari keluarga broken home untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang fashion.
Tak hanya itu, DWP Kemenko Perekonomian dan WBI turut menggelar “Bazar for Charity” yang diikuti pelaku UMKM budaya di Gedung AA Maramis. Bazar menghadirkan berbagai produk aksesoris, busana, hingga wastra Indonesia.
Rumah Harapan
Sebanyak 10 persen hasil penjualan bazar akan didonasikan untuk Rumah Harapan yang dikelola Melanie Subono sebagai bagian dari aksi kemanusiaan.
Melalui kegiatan tersebut, panitia menekankan bahwa Hari Kartini bukan sekadar seremoni mengenakan kebaya atau pakaian adat, melainkan momentum refleksi untuk melanjutkan semangat emansipasi perempuan di era modern tanpa meninggalkan identitas budaya bangsa.