Perilaku menyimpang, remaja di Jateng isap pembalut serasa sabu
Suprinarto mengaku BNN menemukan kasus tersebut di beberapa daerah pinggiran kota. "Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur," jelasnya.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menemukan fakta sejumlah anak di Jawa Tengah terindikasi perilaku menyimpang. Mereka merebus pembalut untuk dikonsumsi airnya yang sensasinya dianggap menyerupai konsumsi sabu.
Tindakan itu dilatarbelakangi ekonomi karena tidak mampu membeli sabu yang harganya kian mahal.
"Banyak pelajar usia 13 sampai 16 tahun terutama anak jalanan. Mereka mengaku merasakan efek sebagaimana ketika merasakan sensasi setelah mengonsumsi narkotika jenis sabu," kata Kabid Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, saat ditemui dikantor BNNP Jateng, Selasa (6/11).
Suprinarto mengaku BNN menemukan kasus tersebut di beberapa daerah. Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang mendiami wilayah pinggiran kota.
"Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur," jelasnya.
Dulu, dia menjelaskan, untuk menggunakan barang pembalut bekas terlebih dulu mereka mengais sampah. Namun untuk menghindari penyakit, lambat laun beralih ke pembalut baru.
"Sekarang lebih higeinis cari barang yang baru dan rasanya seperti merasakan sensasi menggunakan sabu. Pembalut kan ada gelang yang fungsinya ngerap air (darah haid) itu yang bikin fly," kata Suprinarto.
Baca juga:
Polisi Filipina masuk daftar buron Duterte tewas dalam baku tembak
Polisi tangkap lima orang pengedar narkoba di Tambora
Terjerat kasus narkoba di penjara, 10 pegawai Kemenkum HAM dipecat
Kasus narkoba kian marak karena hukuman sering tak berikan efek jera
Polri sebut permintaan ekstasi meningkat jelang akhir tahun
Kecurigaan tetangga terbukti, Herman dan Komar pakai narkoba di kontrakan
BNN tembak mati pengedar narkoba di Solo