Pergoki komplotan rampok, penjaga sekolah di Kebumen disekap dan dianiaya
Pergoki komplotan rampok, penjaga sekolah di Kebumen disekap dan dianiaya. Satu penjaga sekolah bernama Dwi Susanto (34) sempat dibekap mulutnya dengan lakban dan diikat tangannya. Sementara Kusno (57) penjaga sekolah yang lain mengalami penganiayaan.
Komplotan perampok menyatroni SMPN 1 Petanahan, Rabu (01/11) dini hari. Dua orang penjaga sekolah yang memergoki kawanan perampok itu disekap dan dianiaya.
Informasi dihimpun kepolisian setempat, perampok berjumlah tiga orang. Mereka diperkirakan masuk ke sekolah sekira pukul 02.00 WIB.
Satu penjaga sekolah bernama Dwi Susanto (34) sempat dibekap mulutnya dengan lakban dan diikat tangannya. Sementara Kusno (57) penjaga sekolah yang lain mengalami penganiayaan.
Kapolsek Petanahan Polres Kebumen, AKP I Made Arjana mengatakan, penjaga yang alami penyekapan dan penganiayaan masih alami syok. Keduanya belum bisa dimintai keterangan. Sedang hasil olah TKP sementara tidak ada barang yang berhasil digasak oleh kawanan rampok.
"Dari unit reskrim Polsek Petanahan masih mendalami kasus ini. Korban belum bisa dimintai keterangan detail," katanya melalui sambungan telpon, Rabu (1/11).
Dari kejadian ini diimbau kepada warga agar turut serta mejaga keamanan kamtibmas di lingkunganya dengan cara mengaktivkan kembali siskamling atau ronda pada jam–jam rawan. Sedang kepolisian setempat akan menggiatkan patroli.
Baca juga:
Tarik orderan, pengemudi GoCar dirampok penumpang
Para pembunuh di Pulomas coba lepas dari jerat hukuman mati
Melawan saat mau ditangkap, dua perampok PT Sinar Sosro didor polisi
Ditinggal pemilik mobil beli cat, perampok modus pecah kaca gasak Rp 200 juta
Panik dirazia, perampok mobil tabrak pagar Mapolres Langkat
2 Rampok bersenpi yang menembak leher dan bahu korban di Padang diciduk
Pembunuh dan pencurian di Pulo Mas ajukan banding ke PN Jakarta Timur