Panik dirazia, perampok mobil tabrak pagar Mapolres Langkat
Merdeka.com - Drama perampokan mobil di Tanjung Pura, Langkat, Sumut, Rabu (19/10), benar-benar berakhir di kantor polisi. Pelaku yang kabur dari razia justru terhenti setelah menabrak gerbang Mapolres Langkat.
"Selanjutnya tersangka ditembak karena berusaha melawan petugas," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kamis (19/10).
Pelaku yang tertangkap yaitu Muslim (40), warga Jalan Bor-Boran, Sei Bilah, Sei Lepan, Langkat. Dia tak berdaya setelah peluru petugas menerjang pahanya.

Peristiwa ini berawal dari laporan kasus perampokan yang diterima Polres Langkat. Laporan dibuat seorang pria berinisial A (31), warga Jakarta Selatan.
A menjadi korban perampokan saat dia bersama 4 orang lainnya bergerak dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut menuju Aceh, Rabu (18/10) petang. Ketika melintas di kawasan Jalan Sudirman, Pekan Tanjung Pura, Tanjung Pura, Langkat, Toyota Kijang Innova putih yang mereka tumpangi dipepet 3 orang menggunakan 2 unit sepeda motor.
Pelaku menodongkan benda berbentuk pistol. Setelah dipaksa berhenti, A dan 4 orang lainnya diturunkan. Seorang pelaku kemudian mengambil alih kemudi. Ketiga pelaku kabur meninggalkan korban ke arah Aceh.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi. "Menindaklanjuti informasi mengenai adanya curas ranmor roda empat itu, Kabag Ops Polres Langkat Kompol BL Malau memimpin razia di depan Mapolsek Stabat pada pukul 19.30," Rina.
Kemudian sekira pukul 20.15 WIB, petugas razia curiga dengan 1 unit Toyota Innova putih tanpa pelat. Saat dihentikan, sopirnya justru tancap gas ke arah Mapolres Langkat.
Pengejaran dilakukan dan coba dihentikan dengan blokade di depan Mapolres. Mobil akhirnya terhenti setelah menghantam pagar kantor polisi itu.
Muslim yang mengemudikan mobil itu menyerah tak berdaya setelah ditembak polisi. "Kasusnya masih didalami petugas di Polres Langkat," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya