Peresmian Gantangan Kapuas Bersinar: Wadah Komunitas Burung Berkicau dan Penggerak Ekonomi Lokal
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno meresmikan Gantangan Kapuas Bersinar di Desa Tambun Raya, sebuah fasilitas representatif untuk komunitas burung berkicau yang diharapkan menjadi pusat silaturahmi, edukasi, dan penggerak ekonomi UMKM.
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, secara resmi membuka Gantangan Kapuas Bersinar di Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang, pada Minggu, 31 Mei 2026. Fasilitas ini didirikan sebagai pusat kegiatan dan arena perlombaan yang representatif bagi komunitas burung berkicau di wilayah tersebut. Peresmian ini menandai langkah maju dalam pengembangan hobi yang digemari banyak masyarakat.
Kehadiran Gantangan Kapuas Bersinar diharapkan mampu menjadi wadah silaturahmi dan pembelajaran bagi para pecinta burung kicau. Selain itu, tempat ini juga diproyeksikan sebagai penggerak roda ekonomi lokal. Bupati Wiyatno menyampaikan bahwa fasilitas ini berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Kapuas.
Pembangunan Gantangan ini dilatarbelakangi oleh besarnya antusiasme hobi burung kicau di Indonesia, termasuk pertumbuhan pesat komunitas di Kapuas. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menyediakan fasilitas yang layak, aman, dan terarah untuk menampung minat masyarakat. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas.
Gantangan Kapuas Bersinar: Pusat Komunitas dan Penggerak Ekonomi Rakyat
Bupati Wiyatno menegaskan bahwa Gantangan Kapuas Bersinar lebih dari sekadar tempat lomba burung. “Ini pusat silaturahmi, tempat belajar, penggerak ekonomi, dan calon wisata unggulan Kapuas,” kata Bupati Wiyatno usai meresmikan tempat tersebut. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemeliharaan burung yang baik dan benar.
Keberadaan gantangan ini juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal. “Saat ada lomba, peternak untung, penjual pakan laris, perajin sangkar dapat order, pedagang makan ramai. Semua UMKM hidup. Ini yang kita inginkan, ekonomi rakyat berputar kencang,” ujarnya. Pernyataan ini menyoroti dampak ekonomi yang diharapkan dari setiap kegiatan yang diselenggarakan.
Dengan demikian, kegiatan di Gantangan Kapuas Bersinar secara langsung akan mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perputaran ekonomi rakyat diharapkan dapat meningkat pesat melalui berbagai transaksi yang terjadi di sekitar area perlombaan. Ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menjaga Kelestarian dan Sportivitas di Bumi Tinggang Menteng Panunjung Tarung
Dalam kesempatan peresmian, Bupati Wiyatno juga membuka perlombaan burung berkicau Bupati Cup I. Beliau berpesan kepada para peserta untuk menjunjung sportivitas dalam perlombaan tersebut. “Menang kalah itu biasa, tapi yang paling berharga adalah tali persaudaraan kita yang makin erat. Nikmati suasana ramah di bumi Tinggang Menteng Panunjung Tarung ini,” demikian Wiyatno.
Selain aspek kompetisi, Wiyatno turut menyampaikan pesan penting terkait kelestarian alam. Ia berharap Gantangan Kapuas Bersinar dapat menjadi “sekolah” untuk mengajarkan cara memelihara burung secara bertanggung jawab. “Hobi kita harus bermanfaat, tidak merusak,” tambahnya.
Hobi burung kicau harus selaras dengan upaya pelestarian. Oleh karena itu, para penghobi diajak untuk tidak hanya menikmati keindahan suara burung, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga populasi dan habitatnya. Semangat persaudaraan dan tanggung jawab lingkungan ini diharapkan terus tumbuh di Kapuas.
Sumber: AntaraNews