LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Peredaran uang palsu di Jawa Tengah didominasi pecahan Rp 100.000

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan sampai April 2018, uang palsu yang ditemukan sebanyak 10.086 lembar. Kepada masyarakat, jika menemukan uang palsu masyarakat bisa langsung melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti.

2018-05-25 11:14:05
uang palsu
Advertisement

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu selama Ramadan dan Idul Fitri 2018. Masyarakat diminta jeli agar tidak menjadi korban uang palsu.

"Ini kan perputaran uang banyak, bisa saja ada uang palsu. Ini harus diantisipasi dengan dilihat, diraba, diterawang," jelasnya, Jumat (25/5).

Menurutnya, jika menemukan uang palsu masyarakat bisa langsung melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Condro mengatakan, selama Ramadan tahun ini belum ada laporan terkait temuan atau pengedar uang palsu.

Advertisement

"Belum ada, karena itu harus waspada. Kita juga sudah menyebar anggota di keramaian, seperti pasar, terminal untuk memantau," tegasnya.

Terpisah, Hamid Ponco Wibowo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, mengatakan sampai April 2018, uang palsu yang ditemukan sebanyak 10.086 lembar. "Mayoritas uang palsu ditemukan di Kantor Perwakilan Provinsi Jateng yakni 37 persen mengingat kota Semarang sebagai pusat perekonomian Jawa Tengah," paparnya.

Sementara pangsa uang palsu di kota lain adalah Solo (21 persen), Purwokerto (19 persen) dan Tegal (22 persen). Secara nominal uang palsu yang banyak ditemukan dalam pecahan Rp 100.000 sebanyak 66,08 persen diikuti pecahan Rp 50.000 sebanyak 31,01 persen sedangkan uang palsu pecahan lain memiliki pangsa masing-masing kurang dari 2 persen.

Advertisement

Sebagian besar uang palsu yang ditemukan berasal dari permintaan klarifikasi perbankan sebesar 92,4 persen. Menyusul permintaan dari kepolisian sebesar 2,8 persen dan permintaan masyarakat serta temuan dari setoran bank masing-masing sebesar 2,5 persen.

Baca juga:
Jasa tukar uang di pinggir jalan menjamur, BI minta waspadai terima Rupiah palsu
Edarkan uang palsu, 2 pemuda di Medan bonyok diamuk massa
Jelang Lebaran dan Pilkada, ketua DPR ingatkan waspada peredaran uang palsu
Dua tersangka pembuat & pengedar uang palsu ternyata residivis
Satu tersangka pembuat & pengedar uang palsu berprofesi sebagai dokter
Ini empat pelaku pembuat uang palsu yang dibekuk Bareskrim
Menyamar jadi pembeli, polisi ciduk komplotan pembuat uang palsu pecahan Rp 100 ribu

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.