Perang Kelompok di Kecamatan Tallo Kembali Pecah, 1 Orang Tewas Kena Busur Panah
Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat gabungan dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulawesi Selatan.
Perang kelompok di Kandea, Kecamatan Tallo, Kota Makassar antara kampung Sapiria dan Layang kembali pecah. Akibat perang kelompok tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan bentrokan antarkampung di Kecamatan Tallo menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia atas nama Basir Dg Ngalle (40).
"Korban meninggal akibat terkena senjata busur saat tawuran berlangsung. Kena di bagian dada busurnya," ujarnya, Sabtu (31/1).
Devi mengaku masih melakukan penyelidikan. Sementara untuk mencegah bentrokan susulan, aparat gabungan dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulawesi Selatan, serta personel Polsek Tallo telah tiba di lokasi kejadian sejak insiden berlangsung.
"Anggota Jatanras masih di Tallo (untuk amankan situasi dan melakukan penyelidikan)," kata dia.
Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik lanjutan.
"Tapi mudah-mudahan aman. Dihimbau untuk tetap tenang dan percayakan kepolisian," tutupnya.
Sementara itu, salah satu saksi mata, Juhardi menceritakan, kejadian bermula saat enam orang pelaku dari salah satu kubu, yakni kelompok pemuda dari Jalan Layang, masuk ke wilayah Kampung Sapiria.
Mereka disebut melakukan aksi penyerangan terhadap kelompok pemuda di Kampung Sapiria, Kecamatan Tallo, dengan membawa berbagai senjata.
Enam pelaku tersebut bahkan diduga hendak melakukan aksi pembakaran terhadap dua unit mobil yang terparkir di samping sebuah sekolah dasar.
Namun, rencana tersebut tidak diterima oleh kelompok pemuda Kampung Sapiria, yang kemudian melakukan perlawanan hingga bentrokan pun tak terhindarkan.
Tawuran pun terjadi antara dua kubu kelompok pemuda di wilayah tersebut dengan menggunakan senjata tajam.
"Anak Layang memang tadi masuk di sini, mau dia bakar mobil di sini, ada dua mobil. Mereka bawa bensin, jumlahnya ada enam orang, semua bawa busur panah. Menyerang memang. Ada enam orang," ucapnya.
Dalam bentrokan itu, kedua kelompok saling serang menggunakan anak panah busur, sementara sebagian pelaku juga membekali diri dengan senjata tajam berupa parang.
"Mereka bawa busur dengan bensin. Itu korban sebenarnya nanti sudah ramai perang baru dia keluar (datang)," sebutnya.
Terkena Busur Panah
Basir Daeng Ngalle yang berada di lokasi kejadian disebut tewas setelah terkena anak panah busur yang menancap di bagian dada sebelah kiri dan menembus jantung, saat ia berusaha melerai tawuran.
Hendak Menghalau
"Dia mau suruh mundur anak-anak yang perang, menghalau begitu, tidak lama, dia yang dikena di situ. Dia mau lerai, dia di depan lerai, kena busur, di sininya (dada). Tadi banyak sekali orang baku serang pakai busur, bawa parang juga," tukasnya.
Jenazah korban yang sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Korban meninggal telah disemayamkan di rumah duka di Kampung Sapiria, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.