LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Perajin Busana Badui Banjir Pesanan Usai Jokowi Kenakan Saat Sidang Tahunan MPR

"Sejak dua bulan terakhir permintaan meningkat, yang sebelumnya 10 kodi kini menjadi 20 kodi per bulan," kata Husen, perajin busana Badui di Ciboleger Kabupaten Lebak.

2021-10-08 00:04:00
Suku Badui
Advertisement

Perajin busana Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengaku kewalahan melayani permintaan pasar yang meningkat hingga 100 persen. Permintaan meningkat setelah Presiden Joko Widodo mengenakan busana adat Badui pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 16 Agustus 2021 lalu.

"Sejak dua bulan terakhir permintaan meningkat, yang sebelumnya 10 kodi kini menjadi 20 kodi per bulan," kata Husen, perajin busana Badui di Ciboleger Kabupaten Lebak. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (7/10).

Produk busana Badui yang diminati, katanya, antara lain baju, celana kampret dan pengikat kepala atau lomar.

Advertisement

Menurut dia, harga produk busana Badui itu tergantung mutu, namun rata-rata sekitar Rp1,5 juta per kodi. Satu kodi terdiri atas 20 potong. Jika berhasil menjual hingga 20 kodi maka bisa menghasilkan pendapatan Rp30 juta.

"Kami kewalahan memenuhi meningkatnya permintaan itu karena terbatasnya tenaga dan modal," katanya.

Advertisement

Begitu juga perajin busana Badui lainnya, Ambu Silvi, mengatakan dirinya kini bisa menjual produk kain tenun hingga 15 potong dari sebelumnya tiga potong per pekan.

Produksi kain tenun itu dijual antara Rp120 ribu sampai Rp130 ribu per potong.

"Kami saat ini bisa menghasilkan hingga Rp1,6 juta per bulan " katanya.

Kudil, seorang pedagang busana Badui mengaku saat ini permintaan konsumen cenderung meningkat. Bahkan pesanan ada yang datang dari Provinsi Bali.

Selain itu, katanya, wisatawan yang berkunjung ke pemukiman Badui juga mulai ramai.

"Kami sekarang bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp15 juta dari sebelumnya relatif kecil, " kata Kudil.

Sementara itu, Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak, Jaro Saija, mengatakan saat ini aktivitas perajin dan pedagang busana Badui kembali bergairah dan roda perekonomian mulai berputar.

Sebelum pandemi, kunjungan wisatawan ke pemukiman Badui biasanya ramai pada akhir pekan, namun selama pandemi sempat turun tajam, dan mulai naik dalam dua bulan terakhir, biarpun belum pulih seperti sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga:
Jadi Bukti Kesetiaan pada Keluarga, Begini Makna Bercocok Tanam bagi Perempuan Baduy
Mengenal Bahasa Sunda Baduy, Punya Pitutur Khusus dan Kamus Sendiri
Warga Baduy dan Pelaku Usaha Wisata di Lebak Disuntik Vaksin Covid-19
Takut 'Pintar', Ternyata Ini Alasan Warga Baduy Tak Mau Sekolah
Dukcapil Jemput Bola Beri Pelayanan Administrasi Kependudukan Warga Baduy
Puskesmas Cisimeut Gelar Vaksinasi di Permukiman Warga Baduy
Tetua Adat Baduy Ajak Warganya Vaksinasi Covid-19

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.