LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Perajin Bambu Disabilitas Bangkit dari Badai Pandemi Covid-19

Pandemi covid-19 menghantam semua sektor perekonomian dunia. Tak sedikit perusahaan hingga industri rumahan gulung tikar karena tak mampu menjalankan roda produksi secara maksimal. Tak terkecuali Herman Meang, seorang penyandang disabilitas perajin bambu di sebuah desa di Sikka, NTT.

2021-05-30 05:40:00
Kisah Inspiratif Difabel
Advertisement

Pandemi covid-19 menghantam semua sektor perekonomian dunia. Tak sedikit perusahaan hingga industri rumahan gulung tikar karena tak mampu menjalankan roda produksi secara maksimal. Tak terkecuali Herman Meang, seorang penyandang disabilitas perajin bambu di sebuah desa di Sikka, NTT.

Sebelum pandemi datang, halaman rumah Herman yang berada di Desa Nelle Barat, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, tak pernah sepi dari bahan baku yang akan diubahnya menjadi kerajinan bambu. Namun, pandemi memaksanya berhenti untuk menjalankan bisnis yang ditekuninya tersebut.

Setelah vacum mulai Maret hingga September 2020, Herman kembali membuka asa dengan memulai kembali usaha kerajinan mebel miliknya. Dengan bantuan dari Bumdes Teguh Mandiri Kecamatan Nele, Herman membuka usaha berbagai kerajinan bambu.

Advertisement

Herman yang sangat mahir membuat kerajinan bambu, merupakan seorang penyandang disabilitas sejak kecil. Tak seperti sebayanya, sejak usia dini dirinya tak bisa berjalan dengan normal.

Bisnis kerajinan mebel berbahan dasar bambu sudah dilakoninya sejak 1992, usai mengikuti pelatihan dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka. Namun, pengerjaan produk bambu itu masih dilakukan secara mandiri di rumahnya dan saat itu hasilnya masih dijual di kalangan keluarga sendiri.

"Saya dulu masih kerja sendiri. Semua produk kerajinan dari bambu saya bisa kerjakan seperti kursi, meja dan lampu dan lain-lainnya. Intinya produk yang saya kerjakan tergantung dari para pemesan. Sudah banyak produk yang saya buat dan telah terjual," katanya.

Advertisement

Keponakannya kerap membantu saat membuat kerajinan mebel. Tapi, ketika sang keponakan sekolah, Herman terpaksa mengerjakannya seorang diri.

"Bila ada pemesanan mebel yang cukup banyak, dalam sebulan pasti saya harus berbagi dengan teman-teman saya, kadang saya kerjakan tiga set, teman saya kerjakan dua set. Ini tergantung pemesanan," katanya.

Ketika membuat satu set meja dan kursi dibutuhkan paling tidak 1- batang bambu. Satu bambu dibeli dari petani lokal seharga Rp15 ribu.

Kini usaha mebel bambu milik Herman Meang tidak hanya diminati pembeli di sekitar Kabupaten Sikka saja, tetapi juga dari luar Sikka, seperti di Flores Timur dan Kupang.

Baca juga:
Viral Momen Keluarga Bahagia Main Gelas Plastik Bekas di Atas Kursi Roda
Intip Produksi Alquran Braille di Taman Tunanetra Tangsel
Pantang Menyerah Sadikin Pard, Pelukis Difabel di Tengah Keterbatasan
Kisah Pedih Janudin, Nelayan Difabel Kaki Tak Sempurna, Berjuang Demi Sesuap Nasi
Sahabat Difabel Jepara, Berdaya Bagi Sesama Hadapi Pandemi Covid-19

Bumdes Teguh Mandiri

Herman mengatakan sangat terbantu usai dirinya bergabung dengan Bumdes Teguh Mandiri. Saat ini dia merasa tidak bekerja sendirian lagi.

"Dulu saya masih sendiri kerjakan. Tetapi sekarang, dengan adanya Bumdes ini saya merasa terbantu karena ada beberapa orang. Jadi satu minggu itu, saya biasa kerjakan satu set. Itupun juga tergantung dari model yang diinginkan pemesan. Untuk sekarang pesan paling banyak kursi, meja, tempat tidur dan tirai," ujarnya.

"Jadi kami hanya kerja saja. Bahan baku itu disediakan oleh Bumdes sampai tingkat pemasaran. Kadang-kadang pemesan yang datang langsung ke bumdes untuk pesan produk kerajinan bambu ini," tambahnya.

Meski Herman Meang memiliki keterbatasan fisik, namun tak menghalangi dirinya untuk terus berkarya. Bahkan tak jarang Herman berbagi kiat kepada orang lain untuk bisa membangun usaha kerajinan bambu. Dirinya kerap mengisi pelatihan ke berbagai daerah dan masuk ke desa-desa.

"Saya hanya berharap bagi orang muda, jangan malu untuk berkarya. Saya hanya seorang penyandang disabilitas tetapi saya tidak malu untuk bekerja. Saya hanya minta orang muda harus berkarya apapun jenis pekerjaannya," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Dionisius Wilibardus

(mdk/ttm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.