LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penyerapan Anggaran Pembasahan Gambut di Sumsel Tak Optimal

Padahal cara ini dapat mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rentan terjadi saat musim kemarau.

2019-02-28 23:33:00
Kebakaran Hutan
Advertisement

Penyerapan anggaran untuk pembangunan pembasahan lahan gambut di Sumsel tak optimal. Padahal cara ini dapat mengurangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rentan terjadi saat musim kemarau.

Kepala Sub Kelompok Kerja Wilayah Sumsel Badan Restorasi Gambut (BRG) Onesimus Patiung mengungkapkan, pembasahan gambut dapat dilakukan dengan pembangunan sekat kanal dan sumur bor di titik-titik rawan karhutla. Hanya saja, pihaknya mengalami banyak kendala di lapangan.

Kendala itu mulai dari kontur wilayah yang tidak mendukung bahkan hingga adanya penolakan masyarakat yang khawatir terdampak banjir maupun merusak areal perkebunan dan persawahan akibat pembangunannya.

Advertisement

"Untuk pembangunan pembasahan gambut di Sumsel belum optimal, kami banyak menemui kendala," ungkap Onesimus di Palembang, Kamis (28/2).

Dijelaskannya, pemerintah mengucurkan dana kepada BRG sebesar Rp 45 miliar di tahun 2018. Anggaran yang terserap hanya 71 persen.

"Serapannya masih sedikit," ujarnya.

Advertisement

Dari anggaran tersebut, kata dia, pihaknya telah membangun 99 unit sumur bor, 516 unit sekat kanal dan 18 upaya penimbunan. Target sumur bor tak tercapai dari target sebanyak 375 unit.

"Untuk sumur bor ini kendalanya kontur tanah. Banyak tempat air baru bisa didapatkan ketika kedalaman 100 meter, jelas anggaran yang dibutuhkan membengkak," kata dia.

Sedangkan di tahun ini, pemerintah telah menganggarkan dana tugas pembantuan bagi BRG sebesar Rp 28 miliar. Dana itu rencananya digunakan untuk membangun 460 unit sekat kanal dan 380 unit sumur bor.

"Kami akan mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya pembangunan insfrastruktur pembasahan gambut agar jangan sampai ada penolakan lagi," terangnya.

Dia menambahkan, sumur bor dan sekat kanal bertujuan menjaga kadar air dalam kawasan hidrologi gambut (KHG) pada 40 cm dari muka air gambut. Sumur bor tersebut mampu membasahi lahan gambut sekitar 3 hektar.

"Sedangkan sekat kanal membasahi lahan gambut di sekitarnya, cakupannya bisa 200 meter masing-masing arah," jelas dia.

Baca juga:
Kebakaran Hutan & Lahan di Riau, BNPB Bikin Hujan Buatan
Kebakaran Hutan di Samarinda Makin Parah, 40 Hektare Hangus
Polres Dumai Periksa Satpam PT Chevron Terkait Kebakaran Areal Konsesi
Gubernur Riau Atur Strategi Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan
Api Setinggi Pohon Kelapa Hanguskan 20 hektare Kebun Warga Bengkalis
Bakar Lahan Menjalar ke Lokasi Tetangga, Petani di Dumai Ditangkap Polisi
Lahan Konsesi PT Chevron di Dumai Terbakar, Kabut Asap Tebal

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.