LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penyerang Pospol Lamongan Sakit Hati Dipecat dari Polisi Usai Tembak Mati Guru Ngaji

Penyerang Pospol Lamongan Sakit Hati Dipecat dari Polisi Usai Tembak Mati Guru Ngaji. Pemecatan ER merupakan buntut dari aksi penembakan terhadap guru ngaji di Sidoarjo, Jawa Timur pada 2011 lalu. Kala itu ER yang berpangkat Briptu menembak korban bernama Riyadhus Solihin hingga tewas.

2018-11-21 23:02:43
Terorisme
Advertisement

Densus 88 Anti-teror Polri tengah memeriksa secara intensif dua pelaku penyerangan pos polisi di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Dugaan sementara, penyerangan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati pelaku berinisial ER yang pernah dipecat dari keanggotaan Polri.

"Motifnya sementara sakit hati karena yang bersangkutan dulu anggota polisi dipecat menjalani masa hukuman yang cukup panjang," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Pemecatan ER merupakan buntut dari aksi penembakan terhadap guru ngaji di Sidoarjo, Jawa Timur pada 2011 lalu. Kala itu ER yang berpangkat Briptu menembak korban bernama Riyadhus Solihin hingga tewas.

Advertisement

Sholihin ditembak lantaran mobilnya menyerempet rekan ER di depan GOR Delta Sidoarjo. Kasus tersebut yang menyebabkan ER dipecat dari Korps Bhayangkara dan dipidana atas kasus pembunuhan.

Dan selama menjalani masa hukuman di lapas itulah ER mulai terpapar paham radikal. Dia kerap bergaul dengan narapidana kasus terorisme. Bahkan setelah bebas, komunikasi dengan napi teroris masih berlangsung.

"Ditambah lagi di luar lapas tambah terpapar lagi dengan belajar buku-buku dan browsing internet," kata Dedi.

Advertisement

Sebelumnya, pos polisi lalu lintas di WBL Lamongan, Jawa Timur diserang orang tak dikenal pada Selasa 20 November 2018 dini hari. Seketika Bripka Andreas Dwi Anggoro yang berjaga langsung keluar.

Namun saat berusaha mengejar, Andreas justru terkena ketapel kelereng di pelipisnya yang dilepaskan pelaku. Dua pelaku yang berboncengan sepeda motor lalu melarikan diri ke arah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dalam kondisi terluka, Bripka Andreas tetap mengejar pelaku. Keduanya berhasil diringkus setelah motor yang dikendarai Andreas ditabrakkan ke motor yang ditumpangi pelaku.

Belakangan diketahui pelaku berinisial ER (35) yang merupakan pecatan Polri dan SAH (17) tetangganya. Dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan ER di daerah Brondong, Lamongan, polisi menemukan barang bukti berupa sejumlah buku jihad dan paham radikal.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
2 Pelaku Teror di Lamongan Baru Berkenalan 4 Bulan
Polisi Sebut 2 Penyerang Pospol Lamongan Sengaja Bikin Teror
Mata Korban Penyerangan Pospol Lamongan Diobservasi Ulang
Penyerang Pospol di Lamongan Pecatan Polisi Pernah Terlibat Penembakan Guru Ngaji
Penyerang Polisi di Lamongan Diduga Berkomunikasi dengan Kelompok Radikal di Lapas
Polisi Korban Penyerangan di Lamongan Mengalami Luka Robek di Bola Mata

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.