Penyerang Gereja Santa Lidwina tak selesai kuliah di Palu
Yulianto menerangkan selain pernah menjadi mahasiswa di Palu, Suliono pernah pula menjadi santri. Suliono, sambung Yulianto sempat satu tahun menjadi santri di Magelang, Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan, Suliono pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina pernah menjadi mahasiswa selama satu tahun. Suliono menjadi mahasiswa di daerah Palu, Sulawesi Tengah.
"Pelaku ini pernah kuliah di perguruan tinggi di Palu selama satu tahun. Belum tahu pasti tahunnya. Tapi kuliahnya tidak selesai," ujarnya di RS Bhayangkara Polda DIY, Selasa (13/2).
Yulianto menerangkan selain pernah menjadi mahasiswa di Palu, Suliono pernah pula menjadi santri. Suliono, sambung Yulianto sempat satu tahun menjadi santri di Magelang, Jawa Tengah.
"Belum bisa memastikan nama lembaga pendidikannya selama jadi santri. Tapi informasi dia jadi santri di Magelang selama satu tahun," terangnya.
Suliono saat ini telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian walaupun masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda DIY. Meskipun demikian, Yulianto enggan berkomentar tentang hasil pemeriksaan.
"Kami memerlukan waktu untuk pemeriksaan. Kami akan terus lakukan pemeriksaan hingga proses hukum sampai di pengadilan," kata Yuliyanto.
Sebagaimana diberitakan, Suliono menjalani perawatan dan operasi pengambilan peluru di RS Bhayangkara. Suliono dirawat sejak Minggu (11/2) paska melakukan penyerangan di Gereja Santa Lidwina.
Baca juga:
Keberadaan Suliono di Yogya hanya transit usai mondok dari Magelang
Polisi tetapkan penyerang Gereja Santa Lidwina sebagai tersangka
Wapres JK: Pemuka Agama harus lebih adem dalam berdakwah
Polda DIY: Pelaku penyerangan Gereja Lidwina kooperatif saat diperiksa
Masih dirawat, Suliono penyerang Gereja di Sleman ditempatkan di ruang isolasi