Masih dirawat, Suliono penyerang Gereja di Sleman ditempatkan di ruang isolasi
Merdeka.com - Suliono, warga Banyuwangi pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina di Sleman hingga saat ini masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Polda DIY. Suliono dirawat akibat dua luka tembak di kakinya saat diamankan polisi pada Minggu (11/2) lalu.
Kepala RS Bhayangkara Polda DIY, Kompol Theresia Lindawati menuturkan, selama dirawat Suliono ditempatkan terpisah dari pasien lainnya. Suliono, lanjut Lindawati ditempatkan di ruang isolasi.
"Saat ini kondisinya terus membaik. Pascaoperasi kemarin, suhunya sudah normal, tensinya 120/80, dan nadinya juga normal," ujar Lindawati di RS Bhayangkara Polda DIY pada Selasa (13/2).
Lindawati menerangkan, Suliono ditangani oleh dokter dari berbagai disiplin ilmu. Sedikitnya ada 10 dokter yang menangani Suliono. "Ada sebanyak 10 dokter yang terlibat menangani Suliono. Mulai dari dokter tulang, dokter anestesi, dokter penyakit, dalam hingga dokter umum," terang Lindawati.
Selain mengalami luka tembak di kedua kaki, Suliono juga mengalami luka di sejumlah anggota tubuh karena sempat dihakimi massa beberapa saat usai kejadian. "Lukanya juga mengering dan sudah kita rawat. Ada beberapa luka (selain luka tembak)," tutup Lindawati.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya