Penyebar kunci jawaban UN mirip sindikat 'Mama Isi Pulsa'
"Kemungkinan ini sindikat, kuat terorganisir, punya kaki tangan di sekolah-sekolah," kata Kadisdik Jabar Zarkasih.
Beredarnya kunci jawaban Ujian Nasional (UN) tingkat SMA di media sosial (medsos) kemarin langsung ditindaklanjuti Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar. Pihaknya menyebut penyebar kunci jawaban palsu itu sebagai sindikat.
"Kemungkinan ini pekerjaan sindikat, kuat terorganisir dan punya kaki tangan di sekolah-sekolah, sama saja pelakunya seperti yang menyebar sms 'Mama di kantor polisi, Isi Pulsa'," katanya Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasih di Bandung, Selasa (15/4).
Pihaknya mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke Ombudsman Jawa Barat. Dapat dipastikan bahwa penyebar soal kunci jawaban di medsos itu palsu. "Kemarin, diperiksa Ombudsman dan langsung di tanda tangani bahwa itu bohong," terangnya.
Dia mengaku bahwa naskah yang beredar di dunia maya disertai foto memang menyerupai aslinya. Ia pun kemudian mendalaminya. Sebanyak 20 model yang hari itu diujikan diperiksa dengan soal yang ada di dunia maya.
"Seluruhnya persis, tapi palsu semua. Yang di dunia maya itu bentuknya iklan soal UN SMA IPA, jadi jangan cepat percaya dulu, saya pastikan semuanya palsu," jelasnya.
Dia meminta kepada semua pihak untuk tidak percaya begitu saja dengan beredarnya kunci jawaban UN. Sistem yang sudah dibuat sekarang ini, menurut dia sangat minim terjadi kecurangan. "Maka jika ada tawaran hari selanjutnya dipastikan bohong," ujarnya.
Baca juga:
Tiga pelajar jalani UN di lapas Curup
Jokowi: Kelihatannya ada orang yang mau menjebak saya
Menengok suasana pelaksanaan Ujian Nasional Paket C di Jakarta
Disdik Jabar sebut penyebar kunci jawaban UN di medsos sindikat
Profilnya muncul di soal UN, Jokowi merasa dijebak