Penularan Covid-19 di Solo Tinggi, Wali Kota Nilai Masyarakat Masih Abai Prokes
Rudy meminta kepada masyarakat agar aturan 3M tidak hanya dilakukan di luar rumah namun juga diterapkan di dalam keluarga. Namun ia menyadari hal tersebut sulit di pantau pelaksanaannya. Apalagi menyangkut urusan keluarga.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menilai masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan. Terutama 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak.
Hal tersebutlah yang diyakininya menyebabkan makin tingginya penularan dan penyebaran Covid-19 di Kota Bengawan.
"Saya sebenarnya tidak kurang-kurang untuk melakukan pencegahan, tapi masyarakat masih abai tentang hal itu. 3M aja masih belum semua melakukan," ujar Rudy, Selasa (15/12).
Rudy meminta kepada masyarakat agar aturan 3M tidak hanya dilakukan di luar rumah namun juga diterapkan di dalam keluarga. Namun ia menyadari hal tersebut sulit di pantau pelaksanaannya. Apalagi menyangkut urusan keluarga.
Guna memutus rantai penularan, lanjut Rudi, pemerintah kota Solo terus menggencarkan tracing. Dalam seminggu kemarin misalnya, ada 574 orang yang dilakukan suap tes. Bahkan sebelumnya mencapai 800 lebih dalam sepekan.
"Tracing kita tetap kencang, sehingga 574 seminggu itu kita lakukan," katanya.
Sementara itu berdasarkan data terakhir Satgas Covid-19 Kota Solo, hingga Selasa (15/12) sore, akumulasi jumlah pasien terkonfirmasi mencapai 3.509 kasus. Dari jumlah tersebut 1.039 diantaranya menjalani isolasi mandiri, 169 orang dirawat di rumah sakit dan 176 lainnya meninggal dunia.
Baca juga:
Risiko Kematian Pasien Covid-19 dengan Komorbid Ginjal Paling Tinggi
Hasil Swab Test Kedua, Pegawai dan Staf KPU Tangsel Negatif Covid-19
Tak Beri Izin Keramaian, Polda Sumut Imbau Tahun Baru Dirayakan Secara Daring
Masyarakat Diimbau Memperketat Disiplin Protokol Kesehatan saat Liburan Tahun Baru
Kondisi RS Rujukan Corona di DKI: Ruang Isolasi Terpakai 80%, ICU Sisa 27%
INFOGRAFIS: Syarat Umat Katolik Misa Natal di Tengah Pandemi Covid-19