Penjelasan Dinkes soal wabah flu Singapura serang anak-anak Purwakarta
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta belum menempatkan kasus itu masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Puluhan anak balita di Purwakarta, Jawa Barat diduga terjangkit virus flu Singapura. Salah satu daerah dengan jumlah terjangkit cukup banyak ada di Perumahan Gandasari, Desa Cigelam, Babakan Cikao, Purwakarta.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta belum menempatkan kasus itu masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Eva Lystia Dewi menyatakan, virus coxsackievirus A16 itu bukan tergolong virus baru atau berbahaya.
"Kalau ini (flu singapura) akan kami pantau terus," kata Eva di Purwakarta.
Dinkes mencatat, ada 11 anak di perumahan Gandasari yang terkena virus dengan nama lain Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) ini. Data tersebut didapat saat pihaknya melakukan pendataan dan sosialisasi ke wilayah itu. Sedangkan untuk jumlah yang lebih besar belum diketahui karena warga tidak melaporkannya.
"Di blok atau daerah lain, belum ada laporan. Di tempat lain, setelah saya pantau, di blok yang ada virus itu ternyata itu penyakitnya stabies bukan flu singapura," jelas Eva.
Eva juga menyebutkan, kasus flu singapura bukan sekali ini saja terjadi di Purwakarta. Kejadian serupa yang mengakibatkan bintik merah di sekujur tubuh bayi terjadi sejak lama. Hanya saja bedanya pada waktu lalu tidak menyebar dan terjadi hanya di satu perumahan saja.
Flu singapura melanda satu blok di salah satu perumahan sekaligus memang baru terjadi kali ini. Meski begitu, dari hasil pemantauan langsung, rata-rata dari banyak bayi yang terkena virus itu tidak mengalami sakit fatal.
"Ya semua anak yang terkena flu singapura telah masuk dalam fase penyembuhan," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan anak rata - rata berusia balita di Purwakarta, Jawa Barat diduga terjangkit virus flu Singapura. Salah satu daerah dengan jumlah terjangkit cukup banyak terdapat di Perumahan Gandasari, Desa Cigelam, Babakan Cikao, Purwakarta.
"Awalnya panas terus dibawa ke dokter, setelah dari dokter keluar bintik-bintik. dokter sih bilangnya kena flu singapura," ujar Prihatin, salah seorang warga yang anaknya terjangkit virus tersebut, Selasa (22/5).
Balita yang terserang virus Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) mengalami bintik merah di tubuhnya. Bintik merah yang mengandung cairan itu muncul lebih banyak di bagian tangan, kaki hingga mulut bayi.
"Anak di bawah tiga tahun banyak yang terserang, blok satu ada sekitar 20 anak yang mengalami gejala sama sama bintik-bintik merah. Terus ada bintik di mulut, yang bikin anak susah makan dan minum. Jadinya rewel," jelas Prihatin.
Penuturan yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya Nita, jika gejala yang sama juga dialami anaknya. Bintik tersebut muncul setelah anaknya mengalami demam.
"iya anak saya juga sama kena flu singapura. Gejalanya sama yaitu demam, habis demam sembuh langsung timbul bintik merah di kaki telapak kaki tangan mulut," tutur Nita.
Para orang tua di perumahan tersebut khawatir jika virus tersebut akan terus mewabah sehingga jumlah penderita terus bertambah. Apalagi virus tersebut banyak menyerang kalangan anak-anak.
"Ya kita mah orang tua khawatirnya gitu. Makin banyak yang kena," jelas Nita.
Selain itu para orang tua menyesalkan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, yang dinilai lamban dalam mengantisipasi penyebaran virus. Apalagi kedatangan petugas dari kedinasan tersebut ke perumahan warga hanya bersifat pendataan serta tanpa solusi maupun memberikan obat - obatan.
"Kalau datang mah sudah dua kali, tapi ya gitu cuma ngedata doang. Kalau buat solusi mah nggak ada," ucapnya.
Baca juga:
Mengenal flu singapura dan cara menghindarinya
Sejumlah anak di Batam dilaporkan terserang flu Singapura
Ratna Dewi akui hadiri simposium flu burung di Singapura
Flu, Dahlan dirawat 3 hari di Singapura
Flu tak kunjung sembuh, Dahlan check up ke Singapura
34 Kasus Flu Singapura ditemukan di Depok