LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penjelasan Dandhy soal artikelnya yang bandingkan Megawati dengan Aung San Suu Kyi

Penjelasan Dandhy soal artikelnya yang bandingkan Megawati dengan Aung San Suu Kyi. Tulisan yang dimuat Dandhy Dwi Laksono dalam akun media sosial Facebook membuat dirinya dilaporkan oleh Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur.

2017-09-17 15:30:56
Megawati Soekarnoputri
Advertisement

Tulisan yang dimuat Dandhy Dwi Laksono dalam akun media sosial Facebook membuat dirinya dilaporkan oleh Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur. Dalam tulisannya, Repdem menilai tulisan Dhandy mengandung ujaran kebencian dan menyamakan Megawati dengan Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar yang melakukan perbuatan jahat kepada warga Rohingya.

Dalam konferensi pers di Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Dandhy memberikan penjelasan, Aung San Suu Kyi dan Megawati sama-sama ikon dalam dinamika politik di negaranya masing-masing. Megawati menjadi ikon gerakan prodemokrasi di Indonesia, Aung San Suu Kyi juga menjadi ikon gerakan demokrasi di Myanmar.

Kemudian kedua perempuan super ini berkuasa setelah partainya memenangkan pemilu. Menurut Dandhy persamaan di antara keduanya adalah Aung San Suu Kyi yang menerima Nobel Perdamaian Dunia harus menghadapi kasus pembantaian warga Rohingya, sedang Megawati menghadapi kasus Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh dan Papua.

"Ini yang kemudian saya sorot. Saya tidak tidak mau terjebak framing yang disampaikan oleh pelapor membandingkan Mega dangan Aung San Suu Kyi, jika dibaca dengan serius perbandingannya bukan di person tapi dalam proses politik dan konflik," jelasnya, Minggu (17/9).

Dandhy menjelaskan dalam membuat suatu karya jurnalistik yang perlu diperhatikan 5W+1H, sudah jelas Who atau siapa yang dimaksud harus membicarakan tentang sosok. Namun di sini bukan untuk membandingkan individual dari mereka berdua, melainkan persoalan terhadap kemanusiaan.

"Dari awal saya memang mau menulis bagaimana Indonesia bisa belajar dari Rohingya, bukan Aung San Suu Kyi (dibandingkan) ke Megawati seperti framing yang pelapor lakukan," ungkapnya.

Diketahui, akun media sosial Facebook bernama Dandhy Dwi Laksono, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur oleh Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur yang merupakan organisasi sayap PDIP.

Dandhy menulis status terkait pernyataan Megawati Soekarnoputri soal petugas partai, saat Joko Widodo terpilih sebagai presiden, juga mengenai data 1.083 warga Papua yang ditangkap di Pemerintahan Megawati.

Dari status tersebut, Dandhy juga menjelaskan seolah Megawati telah melakukan perbuatan jahat kepada warga Papua dan membandingkannya dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Baca juga:
AJI optimis Dandhy akan menang jika kasusnya berlanjut ke pengadilan
Persiapan Pilkada serentak di Sumsel, Megawati diam seribu bahasa
Membaca isyarat Megawati blusukan di taman Surabaya bersama Risma dan Anas
Ini alasan Megawati irit bicara soal politik, termasuk Pilgub Jatim
Blusukan Megawati, kemesraan Anas-Risma dan cium tangan Gus Ipul
Cawagub telur asin dan 'kudeta' Risma pada Megawati

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.