Pengungsi gempa Lombok keluhkan bantuan yang tak merata
"Masih banyak yang kurang. Kalaupun kita lihat ada pengiriman bantuan hanya lewat aja," keluh Inak Deni.
Beberapa pengungsi musibah gempa Lombok yang ditempatkan di sejumlah titik posko pengungsian di Kecamatan Sembalun dan Sambelia mengeluhkan ketidakmerataan pemberian bantuan oleh sejumlah elemen donatur.
Inak Deni misalnya, pengungsi di Dusun Sajang, Kecamatan Sembalun ini mengaku sudah tiga hari berada di tenda pengungsian, tapi pendistribusian bantuan masih banyak yang kurang.
"Masih banyak yang kurang. Kalaupun kita lihat ada pengiriman bantuan hanya lewat aja," keluhnya saat berada di pengungsian Desa Sajang, Sembalun, Rabu (1/8). Seperti dilansir Antara.
Menurut dia, akibat tidak merata distribusi bantuan banyak di antara warga yang akhirnya harus rela tidak menerima bantuan.
"Bantuan tetap ada dikirimin. Tapi kan gak cukup juga. Ya itu tadi ada yang dapat banyak ada yang dapatnya sedikit," katanya menjelaskan.
Dari hasil pantauan di lokasi, desa-desa di Kecamatan Sembalun, banyak di antara warga yang mendirikan posko-posko pengungsian di halaman rumah mereka. Ada yang dihuni 10 orang hingga belasan orang. Kalaupun ada bantuan datang, khususnya yang diberikan instansi pemerintah, kelompok masyarakat maupun perorangan tidak menyalurkan ke posko utama yang ada di kantor Camat maupun kantor desa melainkan langsung ke posko-posko yang didirikan warga tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB, Muhammad Rum membenarkan jika sejauh ini masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi pekerjaan rumah dalam penanganan pascagempa.
"Untuk itu, pemerintah sejauh ini terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi warga terdampak gempa, termasuk pemenuhan kebutuhan warga yang tinggal di posko pengungsian," kata Rum seraya menambahkan distribusi bantuan terus dilakukan pemerintah.
"Tapi ini kan, titik pengungsinya menyebar dan jauh-jauh, sedangkan kekuatan kita terbatas," tambah dia.
Dia mencontohkan, soal cukup melimpahnya bantuan yang ada di Posko Sambelia, Lombok Timur, termasuk tersedianya dapur umum di sana.
"Yang jadi pemerataan itu ialah bagaimana soal pemerataan bantuan. Jadi kemungkinan ada yang diberikan berulang dan ada yang tidak sama sekali," lanjutnya.
Ia pun mengapresiasi maraknya bantuan yang datang, baik dari pemerintah, perusahaan, hingga lembaga kemanusiaan. Namun, ia berharap adanya koordinasi agar bantuan yang datang bisa terdistribusi secara merata.
Rum menjelaskan, BPBD NTB terus mendistribusikan bantuan kebutuhan seperti makanan siap saji, air bersih, serta sarana MCK memadai. Sedangkan, soal kerusakan rumah warga masih dalam pendataan.
"Harus kita akui, warga terdampak masih memerlukan tambahan tenda, alas, sarana air bersih yang masih terus diupayakan," tandas Rum.
Baca juga:
Ainul pendaki Rinjani dimakamkan, teman-temannya beri penghormatan terakhir
Mengharukan, Menpar Arief Yahya berkaca-kaca
BNPB sebut 1.091 pendaki sudah dievakuasi dari Gunung Rinjani, 1 tewas
Pupuk Indonesia salurkan bantuan tanggap darurat bencana gempa Lombok
Menpar Arief Yahya apresiasi industri pariwisata Lombok