LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penggunaan Masker dan Sarung Tangan Saat Mencoblos akan Menyulitkan Difabel

Penggunaan masker dan sarungan tangan saat mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 2020 dinilai akan menyulitkan bagi penyandang disabilitas atau difabel.

2020-09-12 17:04:00
Pilkada Serentak 2020
Advertisement

Penggunaan masker dan sarungan tangan saat mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 2020 dinilai akan menyulitkan bagi penyandang disabilitas atau difabel. Ketua Bidang Politik Pusat Pemilihan Umum Akses (PPUA) Penyandang Cacat (Penca), Mahmud Fasa mengungkapkan hal tersebut saat mengikuti simulasi Pilkada serentak di lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.

Dalam simulasi tersebut, Mahmud memberikan sejumlah catatan. Pertama soal pemilih tuna netra yang diharuskan memakai sarung tangan dalam mencoblos. Kedua, para penyandang disabilitas tuna rungu kesulitan berkomunikasi lantaran menggunakan masker. Ketiga, soal akses jarak antarbilik suara yang terlalu sempit hingga menyulitkan para penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda.

"Jadi kami meminta, teman-teman tuna netra harus dibebaskan tidak menggunakan sarung tangan agar memudahkan meraba huruf braile," kata Mahmud, Sabtu (12/9).

Advertisement

Mahmud juga meminta adanya pelonggaran penerapan aturan bermasker bagi penyandang tuna rungu saat pelaksanaan pencoblosan. "Untuk memudahkan berkomunikasi bagi penyandang tuna rungu, sebaiknya masker dibuka saat pencoblosan. Kemudian aturan menjaga jarak antar bilik suara disesuaikan dengan kapasitas kursi roda yakni 90 centimeter, agar memudahkan pengguna kursi roda," terang dia.

Dia beranggapan, bahwa mencuci tangan serta penggunaan hand sanitizer dengan benar, sudah cukup untuk menerapkan standar protokol kesehatan bagi Difabel di hari pencoblosan.

"Saya rasa cuci tangan dan pakai hand sanitizer sudah cukup. Kami harapkan teman tunanetra dapat pendamping bawa dari rumah keluarganya, lebih aman," harapnya.

Advertisement

Baca juga:
KPU: 63 Bakal Calon Kepala Daerah Positif Covid-19
Kaukus Perempuan Parlemen RI Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Pilkada 2020
DPR: Pemerintah dan KPU Belum Pikirkan Penundaan Pilkada
Covid-19 Belum Terkendali, Komnas HAM Usul Tahapan Pilkada Serentak Ditunda
Polri Telah Petakan Indeks Potensi Kerawanan Jelang Pilkada 2020
41 Paslon Kepala Daerah di Jateng Langgar Protokol Kesehatan saat Mendaftar ke KPU
Kajian KPK: 82 Persen Calon Kepala Daerah Dibiayai Sponsor

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.