Pengelola gedung tanggung biaya berobat korban ledakan Duren Sawit
Biaya tersebut itu sudah termasuk mulai korban masuk ke ruang IGD sampai selesai.
Pengelola gedung Multipiranti Graha memastikan bakal menjamin seluruh biaya pengobatan korban ledakan granat yakni Supriatna Maulana (33). Terlebih korban harus melakukan operasi bedah lantaran mengalami luka di sekujur tubuh.
"Iya tadi dari pihak perusahaan sudah menandatangani surat administrasi pembayaran," terang Humas Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, Deden Syahidin saat dikonfirmasi awak media, Senin (16/11).
Biaya tersebut itu sudah termasuk mulai korban masuk ke ruang IGD sampai selesai. Meski demikian, Deden enggan merinci besaran biaya yang ditanggung PT Buana Persada, termasuk dana operasi bedah untuk korban.
"Bisa sampai puluhan juta rupiah," bebernya.
Seperti diketahui, Maulana yang berprofesi Satpam di gedung tersebut menjadi satu-satunya korban pelemparan granat di gedung yang ditempati oleh 12 perusahaan itu. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 03.30 WIB itu sendiri sempat mengagetkan warga yang tinggal di belakang gedung Multipiranti Graha itu.
Baca juga:
Polisi sebut pelempar granat di Duren Sawit profesional
Polisi pastikan ledakan di Duren Sawit berasal dari granat manggis
Ledakan di Duren Sawit, Polda Metro telusuri penjual granat
Ledakan di Duren Sawit, polisi cek CCTV lampu lalu lintas
Polda Metro janji kerahkan kekuatan penuh cari pelempar granat