Pengamanan pemilu 2014, Polri beri perhatian khusus untuk Aceh
4.000 Personel Brimob akan dikerahkan untuk membantu pengamanan pemilu di seluruh Indonesia.
Polri sudah memetakan daerah rawan konflik dalam pengamanan Pemilu 2014. Dalam hal ini, kepolisian akan menerjunkan kurang lebih 4.000 personel Brigade Mobil (Brimob) ke seluruh wilayah di Indonesia.
Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri, Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan bahwa daerah seperti Aceh akan mendapatkan perhatian khusus untuk pengamanan pemilu. Sebab, menurut dia kota Serambi Mekkah itu merupakan bekas kota rawan konflik dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melawan aparat yang pernah terjadi beberapa waktu silam.
"Yang rawan itu jelas Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan kemudian daerah Pulau Jawa, NTB, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara. Tingkat kerawanan tinggi karena banyak yang dipertimbangkan. Aceh itu kan masih rawan konflik," kata Badrodin di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/2).
Selain itu, menurut dia Polri tetap terus menyorot perhatian kepada aksi teror yang belakangan ini masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Apalagi dengan masih maraknya peredaran senjata api (senpi) ilegal yang kerap digunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
"Ya itu salah satu pertimbangan, itu tidak pokok. Tapi secara faktor ya banyak hal. Peredaran senjata ilegal di masyarakat, ada yang kota bekas konflik, kan harus ada diwaspadai semua," ujar jenderal bintang tiga ini.
Baca juga:
Polri relokasi anggaran Rp 600 M untuk pengamanan Pemilu
Polisi nyamar jadi pecandu demi tangkap bandar narkoba
Asosiasi pasar minta peran polisi ekonomi kembali diaktifkan
Briptu Guntur tembak kepala, Polda Jabar evaluasi senpi anggota
Sebelum dor kepala, Briptu Guntur sempat minum baygon