Asosiasi pasar minta peran polisi ekonomi kembali diaktifkan
Merdeka.com - Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia meminta polisi penjaga harga pangan kembali diaktifkan. Petugas diharapkan dapat menindak para pedagang yang bermain harga.
Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia Ngadiran bercerita, dahulu sekitar 1980-an, pemerintah menerjunkan aparat kepolisian ke pasar untuk mengontrol harga beras eceran.
"Jadi zaman saya tahun 80-an ada polisi bidang ekonomi yang mengawasi harga," ujarnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (1/2).
Apabila pedagang diketahui bermain harga maka tidak akan mendapatkan alokasi beras dari Bulog maupun Dolog. Pasalnya, dulu pihak yang menentukan harga adalah Bulog dan Dolog.
"Dari 80 sampai 90-an pemerintah masih menetapkan harga, kalau enggak mau dicabut alokasinya," katanya.
Namun, polisi ekonomi saat ini tidak dirasakan perannya seperti dulu. Sejak tahun 1987, Diran mengaku tidak ada lagi peran polisi ekonomi.
"Saya merasakan tahun 1986-1987 masih ada, sekarang ini ada tapi diperankan atau tidak saya enggak tahu. Di bawah kepolisian, turun melakukan kontrol," katanya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya