Pengamanan masuk ke Istana diperketat usai teror bom di Thamrin
Untuk memasuki Istana yang lewat dari Kantor Sekretaris Negara, harus melewati pengecekan sebanyak empat kali.
Akses masuk Kompleks Istana Kepresidenan lain dari hari-hari sebelumnya. Setelah insiden bom Sarinah pada Kamis (15/1) kemarin, akses masuk ke Istana diperketat dan berlapis.
Pantauan Merdeka.com di lokasi, untuk memasuki Istana yang lewat dari Kantor Sekretaris Negara, harus melewati pengecekan sebanyak empat kali. Pengamanan dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan melewati metal detector serta dicek secara teliti.
"Saya kira memang sedang diperketat," kata Kepala Staf Presiden Teten Masduki di Istana, Jakarta, Senin (18/1).
Setiap pintu masuk dilengkapi metal detector dengan paspampres berseragam lengkap seperti penanggulangan teroris, baret biru lengkap dengan senjata MP5. Mulai dari pintu masuk Kantor Sekretaris Negara di Jalan Majapahit, pintu masuk ke halaman Istana Negara, di samping Istana Negara dan akses masuk ke Kantor Istana Kepresidenan serta Istana Merdeka, semuanya dijaga 5-7 orang paspampres dengan senjata lengkap.
Semua yang masuk ke Istana harus melewati metal detector dan pengecekan barang bawaannya. Tak jarang pula, Paspampres juga menanyakan apa maksud tujuan ke Istana.
Sebelum kejadian bom Sarinah, orang-orang yang melakukan penjagaan di setiap pintu masuk Istana berbaju batik atau safari. Tak hanya itu, penjagaan juga melibatkan petugas wanita.
Baca juga:
AKBP Untung: Orang Indonesia, bukan tolong korban malah selfie
AKBP Untung siap jaga rakyat meski jarang bercumbu dengan istri
Ketua DPR larang masyarakat nonton baku tembak polisi vs teroris
Ketua DPR larang masyarakat nonton baku tembak polisi vs teroris
Pasca-teror Jakarta, Mendag ingin pulihkan citra RI di Swiss
Kombes Krishna: Saya akan ajak Jonru kerja biar rasakan dilempar bom
Kapolda Tito minta indekos diawasi karena sering dipakai teroris
Pimpinan Komisi I tolak usul BIN ingin ikut tangkap teroris