Pengakuan mengejutkan istri pelaku mutilasi dan kanibalisme
Tidak hanya memotong tubuh korban menjadi tiga bagian, Aswadi juga memakan hati dan minum darah korban.
Aswadi pria yang tega membunuh dan memutilasi tubuh Andi bin Aziz (22) tetangganya sendiri, lantaran dendam kesumat setelah memergoki korban tengah memperkosa istrinya beberapa hari sebelum pembunuhan. Pengakuan Aswadi bin Buhir (30) yang pernah memergoki korban Andi bin Aziz (22) sedang memperkosa istrinya, dibantah keras oleh NF (26), istri tersangka. NF mengaku tak pernah berhubungan badan apalagi diperkosa korban seperti yang dituduhkan. Selain membantah pernah diperkosa, NF (26) istri tersangka Aswadi bin Buhir (30), juga mengungkapkan pernyataan mengagetkan yang lain. NF mengaku suaminya kerap mengonsumsi narkoba jenis sabu. Dengan terang-terangan NF membantah jika dirinya pernah diperkosa oleh tetangganya. Karena alasan itu yang membuat Aswadi membunuh dan memutilasi korban Andi bin Aziz (22). Entah pernyataan siapa yang benar antara pelaku mutilasi Aswadi dan NF istrinya. Pelaku mengaku membunuh korban karena dendam pernah memergoki istrinya diperkosa. Namun, pernyataan itu dibantah keras oleh istrinya sendiri.
Aswadi membunuh korban saat mencari kayu gelam di hutan di Desa Muara Padang, Banyuasin, Sabtu (17/1). Tubuh korban dipotong menjadi tiga bagian dan dikuburkan di tiga tempat berbeda tak jauh dari lokasi.
Tidak hanya memotong tubuh korban menjadi tiga bagian, Aswadi juga memakan hati dan minum darah korban. Kini, dia pun tengah diperiksa kejiwaan karena perbuatannya yang tak wajar itu.
Kini Aswadi meringkuk di Polsek Talang Kelapa, Banyuasin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diduga orang yang membocorkan perbuatan Aswadi ialah istrinya sendiri NF. Selain dugaan tersebut, NF pun tiba-tiba mengungkapkan pengakuan yang mengejutkan tentang suaminya itu.
Apa pengakuan mengejutkan istri Aswadi? Berikut rangkuman beritanya:NF bantah diperkosa tetangganya
Diketahui, tersangka Aswadi membunuh dan memutilasi tetangganya itu, lantaran memiliki dendam lama setelah korban memperkosa istrinya. Dari pengakuan tersangka, dia melihat dengan mata sendiri perkosaan itu yang terjadi beberapa hari sebelum pembunuhan.
NF mengatakan, tuduhan tersangka itu tidak benar sama sekali. Bahkan, ibu empat anak itu berani sumpah di atas Alquran sebagai bentuk kebenaran pengakuannya.
"Saya tak pernah berhubungan badan dan diperkosa oleh almarhum. Tuduhan dia (tersangka) tidak benar," ungkap NF, Selasa (27/1).
Dijelaskannya, korban dan dirinya masih memiliki hubungan kekeluargaan. Rumah mereka hanya disekat satu rumah dan di sebelahnya terdapat rumah orangtua NF.
"Dia (korban) itu sepupu saya. Tidak mungkin dia perkosa saya," ujarnya.
Dia menambahkan, korban Andi memang sering main ke rumah. Itu pun saat keluarganya sedang berkumpul. Antara korban dan NF juga jarang terlibat obrolan berdua, meski masih berstatus sepupu.
"Terakhir ketemu dengan dia (korban) sehari sebelum kejadian. Waktu itu pun lagi ramai di rumah, keluarga lagi ngumpul," tukasnya.Istri sebut suaminya sering pakai sabu
NF mengatakan, hubungan mahligai rumah tangga mereka selama ini sudah dikaruniai empat orang anak. Namun, NF merasa risih dengan ulah suaminya itu lantaran kerap mengisap sabu. Buktinya, di tangan tersangka Aswadi dipenuhi luka sayatan bekas sabu.
"Dia (tersangka) sering isap sabu. Lihat saja lengannya, banyak sayatan," ungkap NF, Selasa (27/1).Selain pakai sabu, NF sebut suaminya mirip orang gila
Malah dengan kelakuan suaminya yang seperti itu, NF mengaku jika Aswadi seorang yang pencemburu. Dia juga mengatakan bahwa suaminya tersebut seperti orang gila.
"Makanya dia bilang lihat saya diperkosa sepupu saya (korban), padahal tidak. Karena pikirannya (tersangka) tak normal lagi, kayak orang gila," kata NF.NF minta suaminya dihukum berat
Selain itu, NF juga mengungkapkan jika Aswadi sering memakai sabu. Dan akibat dari mengonsumsi barang tersebut pelaku seperti orang gila.
Bahkan yang lebih mencengangkan lagi, dia berharap suaminya, Aswadi dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya.
"Walaupun dia (tersangka) suami saya sendiri, saya minta dihukum berat. Perbuatannya tidak manusiawi lagi, sangat keji," ujarnya.
"Saya siap menghidupi empat anak saya tanpa suami. Lagian masih ada keluarga yang membantu," tutupnya.