Pengakuan Pembunuh dan Pemerkosa Gadis Baduy Bikin Merinding
"Tahu korban sehari-hari di sana. Gak ada hubungan tapi hanya tahu sekilas karena sering melihat," katanya.
Polisi menangkap tiga orang pria berinisial AMS (19), AR (15) dan MF (16) yang diduga pelaku pemerkosaan terhadap gadis berinisial S (13) di gubuk ladang huma Kampung Kaduhelang, Cisimeut, Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Korban dibunuh terlebih dahulu sebelum diperkosa secara bergantian.
AMS, salah satu pelaku mengaku pembunuhan tersebut dilakukan secara spontan. Dia mengatakan niatnya hanya memerkosa, namun gadis yang berasal dari Karahkal, desa Kanekes, Leuwidamar ini teriak dan berontak.
"Motif (membunuh) takut ketahuan warga karena dia teriak-teriak. Awal niatnya hanya memerkosa," kata AMS di Mapolda Banten, Kamis (5/9).
Niatan memerkosa korban timbul, kata AMS, setelah dirinya dan MF (16) diajak oleh AR (15) yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Mereka tergoda dengan kecantikan wajah korban hingga muncul hasrat untuk memerkosa.
"Kata ini (AR), perkosa aja yuk kita bareng-bareng semua. Niatnya diperkosa aja," tuturnya.
Mereka mengaku sudah merencanakan aksi kejinya tersebut. Bahkan, ketiga pelaku sudah melakukan pengintaian selama satu bulan.
"Tahu korban sehari-hari di sana. Gak ada hubungan tapi hanya tahu sekilas karena sering melihat," katanya.
Baca juga:
Fakta-Fakta Pembunuhan dan Perkosaan Gadis Baduy Bikin Miris Hati
Keluarga Tak Tahu Apung Kabur ke Palembang jadi Buronan Kasus Pembunuhan Gadis Baduy
Para Pelaku Memperkosa Gadis Baduy dalam Kondisi Sudah Meninggal
Pelaku Sempat Menawarkan Ponsel Sebelum Bunuh dan Perkosa Gadis Baduy
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis Baduy Masih Pelajar
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Gadis Baduy di Palembang