LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penderita AIDS 'Dihantui' Kekurangan Stok Obat di Tengah Pandemi Corona

Pandemi Covid-19 telah berdampak ke segala kelompok masyarakat. Tak terkecuali kelompok orang dengan HIV/AIDS (Odha). Mereka kini kesulitan mendapatkan pelayanan akses kesehatan dan obat ARV (antiretroviral).

2020-04-29 17:58:40
HIV/AIDS
Advertisement

Pandemi Covid-19 telah berdampak ke segala kelompok masyarakat. Tak terkecuali kelompok orang dengan HIV/AIDS (Odha). Mereka kini kesulitan mendapatkan pelayanan akses kesehatan dan obat ARV (antiretroviral).

Obat ARV adalah obat yang bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV menggandakan diri dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4 (sel darah putih) sebagai penjaga imun tubuh.

Direktur Jaringan Indonesia Positif (JIP) Meirinda Sebayang menuturkan, kelompok Odha dihantui isu kelangkaan obat ARV (antiretroviral) yang dibutuhkan pengidap HIV/AIDS sebagai penjaga imun tubuh. Di sisi lain, odha tidak memungkinkan ke RS karena risikonya terlampau besar. Apalagi RS yang saat ini menjadi rujukan HIV telah dijadikan rujukan Covid-19.

Advertisement

"Pasti berdampak pada akses mendapatkan obat mereka harus tetap datang ke RS dengan risiko tertular karena RS kan zona merah. Selain itu, teman-teman terus dikabarkan isu stock out untuk obat di tingkat nasional. Dipicu salah satu akibat Covid-19 karena salah satu bahan baku obat antiretroviral itu berasal dari Cina, akibatnya transportasinya sudah tergantung," tutur Meirinda saat diskusi daring Koalisi Pekad, Rabu (29/4).

Dia menyebutkan, sesuai data dari koalisi Pekad, ada sekitar 140.000 Odha di Indonesia terancam tidak mendapatkan layanan obat ARV secara cukup. Kondisi ini berimbas pada kesehatan odha.

"Dampak panjang ini seperti bom waktu bagi teman-teman Odha dan virusnya untuk bisa kambuh kembali, mereka juga memiliki potensi menularkan," jelasnya.

Advertisement

Meirinda menggambarkan kelompok Odha paling banyak ada di Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar dan Makassar dengan rata-rata komposisi 51 persen laki-laki dan 49 persen perempuan.

"Jadi jangan salah, isu stock out itu paling banyak malah dari Jakarta, kalau baru ini kita mendapatkan info di Bali dan Kupang sudah baru mendapatkan stok obat, walau tidak banyak dan masih kurang," Sebut dia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Subdirektorat HIV telah mengeluarkan protokol Covid-19 bagi temen-teman pasien Odha. Untuk mendapatkan obat ARV secara multiman yang bisa mendapatkan stok obat lebih dari sebulan.

"Tetapi bagaimana ingin berjalan, kalau kita ingin mencukupi stok obat, tetapi stok nasionalnya sudah habis. Jadi jangan hanya sekedar secara regulasi indah, tetapi secara implementasi sangat buruk dan tidak sesuai," ungkapnya.

Baca juga:
Perempuan Lebih Rentan Menderita HIV, Penting untuk Melakukan Tes Secara Sadar
Penting Dilakukan, Tes HIV Sebaiknya Dilakukan Saat Sebelum Menikah
7 Faktor Utama Penularan Penyakit HIV yang Perlu Diwaspadai
Kenali HIV/AIDS, Mulai Dari Gejala hingga Pengobatan yang Harus Dijalani
10 Macam-Macam Virus Mematikan di Dunia, Ada yang Tewaskan Jutaan Nyawa
Tren Hubungan Seks Sesama Pria di Tanjungpinang Meningkat

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.