Pencarian Pria Hanyut di Sungai Kahayan, Basarnas Palangka Raya Terus Sisir Arus Deras
Basarnas Palangka Raya bersama tim gabungan masih berupaya keras dalam pencarian pria hanyut bernama Johan Sandi Novaly di Sungai Kahayan, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang terseret arus deras saat berenang.
Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya terus berupaya menemukan seorang pria yang dilaporkan hanyut. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang berenang di aliran Sungai Kahayan, wilayah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Pencarian intensif telah memasuki hari ketiga sejak laporan kejadian diterima oleh pihak berwenang.
Korban diketahui bernama Johan Sandi Novaly (26), seorang warga Tangerang, Banten, yang sedang berlibur Natal dan Tahun Baru di Desa Sepang Simin, Kecamatan Sepang. Ia hanyut terbawa arus deras Sungai Kahayan ketika sedang menikmati aktivitas berenang di sungai tersebut. Insiden ini segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim SAR profesional ke lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, menyatakan bahwa pencarian telah berlangsung selama tiga hari tanpa hasil. Tim gabungan telah dikerahkan untuk menyisir area sungai, namun kondisi lapangan yang menantang menjadi kendala utama. Keluarga dan masyarakat setempat juga turut serta membantu dalam proses pencarian.
Detail Kejadian dan Upaya Pencarian
Johan Sandi Novaly, yang datang dari Tangerang untuk mengunjungi saudaranya di Desa Sepang, dilaporkan hanyut pada saat berenang di Sungai Kahayan. Sungai tersebut dikenal memiliki arus yang cukup deras, terutama setelah periode hujan atau peningkatan debit air. Kejadian nahas ini terjadi di Desa Sepang Simin, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas.
Mendapatkan informasi mengenai insiden ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangka Raya segera merespons dengan cepat. Mereka langsung memberangkatkan satu tim SAR menuju lokasi kejadian. Tim tersebut dilengkapi dengan sarana pendukung seperti kendaraan rescue, perahu karet, serta berbagai peralatan pertolongan di air.
AA Ketut Alit Supartana menjelaskan bahwa pengerahan tim ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam penanganan musibah. “Kami langsung memberangkatkan satu tim rescue dengan sarana rescue car, rubber boat, serta peralatan pertolongan di air menuju lokasi kejadian,” ujar Alit. Upaya pencarian pria hanyut ini melibatkan koordinasi yang erat antar berbagai elemen di lapangan.
Pencarian terhadap Johan Sandi Novaly telah memasuki hari ketiga sejak dilaporkan hanyut. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, korban belum berhasil ditemukan hingga saat ini. Keluarga korban dan masyarakat setempat juga aktif membantu tim SAR dalam menyisir area sekitar sungai.
Kendala dan Tim Gabungan di Lapangan
Proses pencarian Johan Sandi Novaly menghadapi tantangan serius akibat kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Koordinator Lapangan Basarnas, Malik, mengungkapkan bahwa arus Sungai Kahayan yang deras menjadi kendala utama. Selain itu, kondisi air sungai yang keruh juga sangat menyulitkan visibilitas tim SAR gabungan.
“Hingga hari ketiga ini kendala utama kami adalah arus sungai yang deras dan air yang keruh, sehingga menyulitkan tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian,” ujar Malik. Faktor-faktor ini membuat operasi penyelaman atau penyisiran bawah air menjadi sangat berisiko dan kurang efektif. Tim harus beradaptasi dengan kondisi alam yang ekstrem.
Meskipun demikian, tim SAR gabungan terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Unsur-unsur SAR yang terlibat dalam pencarian meliputi Tim Rescue KPP Palangka Raya, Polsek Sepang, Koramil 1018/Sepang, serta BPBD Gunung Mas. Mereka bekerja sama secara sinergis untuk memperluas area pencarian.
Dukungan juga datang dari Tagana Gunung Mas, PMI Gunung Mas, dan masyarakat setempat yang secara sukarela ikut membantu. Kolaborasi antara berbagai pihak ini sangat penting untuk memaksimalkan upaya pencarian pria hanyut. Harapan agar korban segera ditemukan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh tim yang bertugas.
Sumber: AntaraNews