Pencarian Korban Longsor Pemalang Berakhir: Tim SAR Temukan Jasad H (68), Operasi Resmi Dihentikan
Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir longsor Pemalang, H (68), pada Jumat siang. Dengan penemuan ini, operasi pencarian resmi dihentikan. Simak detail evakuasi dan pernyataan Kapolres.
Tim SAR gabungan berhasil menuntaskan operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pencarian ini berakhir setelah ditemukan satu korban terakhir pada Jumat siang, 30 Januari. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh petugas.
Korban yang ditemukan pada Jumat siang tersebut diidentifikasi berinisial H, berusia 68 tahun. Penemuan ini melengkapi daftar korban yang sebelumnya telah ditemukan, yakni Aksinudin (40) pada Senin, 26 Januari. Seluruh proses evakuasi dan pencarian melibatkan berbagai unsur tim gabungan.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menyatakan bahwa setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun, operasi pencarian resmi dihentikan. Pernyataan ini disampaikan di Pemalang pada Jumat, sekaligus menandai berakhirnya upaya penanganan bencana di wilayah tersebut. Tim gabungan telah bekerja keras sejak awal kejadian.
Evakuasi Korban Terakhir Longsor Pemalang
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Tim Siaga Bhayangkara, Brimob, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, relawan, dan TNI, fokus pada pencarian korban yang masih hilang. Upaya keras mereka membuahkan hasil dengan ditemukannya jasad H (68) pada Jumat siang. Korban ditemukan tertimbun di salah satu titik longsor yang sebelumnya telah diidentifikasi.
Proses evakuasi H (68) dilakukan secara cermat dan hati-hati oleh tim di lapangan. Setelah berhasil diangkat dari timbunan tanah, jasad korban segera dibawa ke rumah duka untuk proses selanjutnya. Penemuan ini menjadi momen penting dalam operasi kemanusiaan yang telah berlangsung beberapa hari.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengonfirmasi penemuan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa tim gabungan telah melakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi korban lain yang masih tertimbun material longsor. Koordinasi antar instansi berjalan efektif selama masa pencarian.
Kronologi Penemuan Korban Sebelumnya
Sebelum penemuan H (68), tim SAR gabungan telah berhasil menemukan korban lain bernama Aksinudin (40). Jasad Aksinudin ditemukan pada Senin, 26 Januari, beberapa hari setelah insiden tanah longsor terjadi. Penemuan ini menjadi langkah awal dalam upaya identifikasi dan evakuasi seluruh korban.
Proses pencarian Aksinudin juga melibatkan koordinasi erat antara berbagai elemen tim penyelamat. Kondisi medan yang sulit dan material longsor yang tebal menjadi tantangan utama bagi petugas. Namun, semangat dan dedikasi tim tidak surut dalam menjalankan tugas mulia ini.
Keberhasilan menemukan kedua korban menunjukkan efektivitas kerja sama antarlembaga dalam penanganan bencana. Setiap anggota tim bekerja tanpa lelah demi memberikan kepastian kepada keluarga korban. Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam respons bencana.
Ucapan Duka dan Penghentian Operasi Pencarian
Setelah memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun material longsor, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana secara resmi mengumumkan penghentian operasi pencarian. Keputusan ini diambil setelah seluruh area terdampak longsor di Kecamatan Watukumpul telah disisir secara menyeluruh. Pengumuman ini membawa kelegaan sekaligus duka bagi keluarga korban.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pemalang juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban bencana alam di Watukumpul. Beliau berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Solidaritas dan dukungan terus mengalir dari berbagai pihak.
"Doa kami menyertai para korban, semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan," ujar AKBP Rendy Setia Permana. Pernyataan ini menegaskan empati dan simpati dari jajaran kepolisian serta seluruh tim gabungan. Pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan pasca-bencana.
Sumber: AntaraNews