Pencarian ABK Tenggelam Sungai Cempaga Memasuki Hari Kedua: Korban 22 Tahun Asal Pemalang
Pencarian ABK Tenggelam Sungai Cempaga, Bagus Isgiyanto (22), memasuki hari kedua. Tim gabungan terus menyisir perairan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, setelah korban melompat dari tongkang.
Tim gabungan dari berbagai instansi dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di Sungai Cempaga, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (28/8) sore sekitar pukul 17.45 WIB, saat tongkang yang ditumpangi korban melintas di perairan Dusun Teluk Tewah. Korban, Bagus Isgiyanto (22), diduga melompat atau terpeleset dari dek atas tongkang dan tenggelam di sungai.
Pencarian ABK yang tenggelam di Sungai Cempaga ini telah memasuki hari kedua, dengan tim gabungan fokus menyisir area di sekitar lokasi kejadian. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menyatakan bahwa upaya pencarian intensif terus dilakukan. Insiden ini terjadi ketika tongkang Tugboat Satria Raya dengan gandengan tongkang Karya Maju sedang dalam perjalanan dari Kecamatan Parenggean menuju muara.
Bagus Isgiyanto, yang diketahui berasal dari Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, sempat terlihat oleh rekan-rekan ABK dan juragan kapal, Asis Karya Sejati, saat ia melompat ke air. Meskipun rekan-rekan korban segera berupaya memberikan pertolongan dengan melemparkan jaket penyelamat dan galon air, korban tidak berhasil meraihnya. Ia kemudian tenggelam dan menghilang di dalam sungai, memicu operasi pencarian besar-besaran.
Kronologi Hilangnya ABK di Sungai Cempaga
Peristiwa tragis ini bermula ketika tongkang Tugboat Satria Raya yang menarik tongkang Karya Maju berlayar di Sungai Cempaga. Para kru kapal, termasuk Bagus Isgiyanto, sedang beraktivitas seperti biasa di atas kapal. Ketika tongkang melintas di perairan Dusun Teluk Tewah, Kecamatan Cempaga, insiden tak terduga terjadi.
Menurut keterangan saksi, Bagus Isgiyanto yang berada di bagian atas tongkang tiba-tiba melompat dari dek atas ke bawah geladak sisi kiri tongkang. Kejadian ini terjadi saat korban hendak membersihkan tandon air tawar. Beberapa saat setelah melompat, korban terlihat seperti terjun ke air, dan kemudian tidak terlihat lagi.
Rekan-rekan ABK yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berupaya menolong korban. Mereka melemparkan jaket penyelamat ke arah Bagus, dan juragan kapal juga berusaha membantu dengan melemparkan galon air, berharap korban bisa meraihnya sebagai pegangan. Namun, upaya heroik tersebut tidak membuahkan hasil; korban tenggelam sebelum sempat meraih alat keselamatan yang dilemparkan.
Multazam dari BPBD Kotawaringin Timur menyampaikan bahwa informasi awal mengindikasikan korban kemungkinan terpeleset sebelum jatuh ke air. Meskipun upaya pertolongan telah dilakukan secara maksimal oleh rekan-rekan korban, Bagus Isgiyanto tidak dapat diselamatkan dan menghilang di derasnya arus sungai.
Upaya Pencarian dan Koordinasi Tim Gabungan
Sejak laporan hilangnya Bagus Isgiyanto, tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi seperti BPBD, Basarnas, kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat, segera dikerahkan. Pencarian ABK yang tenggelam di Sungai Cempaga ini difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan terus diperluas. Tim penyisir menyisir area sungai secara sistematis, berharap dapat menemukan korban secepatnya.
Koordinasi antar tim pencari dilakukan secara intensif di Pos Tim Gabungan yang telah ditetapkan. Posko utama pencarian berlokasi di Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi. Lokasi ini dipilih untuk mempermudah koordinasi dan logistik bagi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.
Pencarian ini melibatkan berbagai metode, termasuk penyisiran permukaan air dan penggunaan perahu karet. Kondisi sungai dan cuaca menjadi faktor yang terus dipantau oleh tim di lapangan untuk memastikan keselamatan dan efektivitas operasi pencarian. Masyarakat sekitar juga turut memberikan dukungan dan informasi yang mungkin relevan untuk membantu proses pencarian.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh ABK dan pekerja di perairan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menggunakan alat pelindung diri yang memadai saat bekerja. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan prosedur keselamatan kerja di lingkungan perairan yang dinamis.
Sumber: AntaraNews