Penambahan lapas napi terorisme diprioritaskan
Rencana pemerintah menambah jumlah lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan akan berfokus untuk penanganan napi-napi kasus dengan risiko tinggi. Salah satunya terorisme.
Rencana pemerintah menambah jumlah lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan akan berfokus untuk penanganan napi-napi kasus dengan risiko tinggi. Salah satunya terorisme.
"Pokoknya kita prioritaskan untuk high risk. Ya nanti Insya Allah," ucap Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami di ruang wartawan, Jakarta, Senin (21/5).
Dia mengungkapkan, sejauh ini baru lima Lapas yang ditetapkan sebagai lapas high risk. Lima lapas ini sudah dioperasikan.
"Sudah ada, bapak Menkumham menetapkan ada 5 lapas high risk, yang sudah operasional. Lapas Pasir Putih, Batu, dan Gunung Sindur," jelas Sri.
Napi-napi yang akan masuk Lapas High Risk akan didata. Diakuinya, jumlahnya mencapai ratusan napi.
"Akan diassessment dulu. Jadi siapa yang ditempatkan di sana," singkatnya.
Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly menyebut akan ada penambahan lapas khusus teroris. Penambahan kapasitas akan dilakukan di lapas Pasir Putih, Nusakambangan.
"Kita hanya penambahan saja, penambahan tambahan saja supaya lebih baik. Di pasir putih," ucap Yasonna.
Bukan hanya melakukan penambahan saja, tetapi juga akan membuat lapas baru di Nusakambangan.
"Akan ada yang baru di Nusa Kambangan," jelas Yasonna.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Peran dan fungsi TNI dalam penanganan terorisme diatur lewat Perpres
Dipindah ke Rutan Gunung Sindur, 56 narapidana teroris tempati 'one man one cell'
Densus 88 tangkap terduga teroris di Tegalsari Surabaya
Tulis teroris pengalihan isu, dosen USU dan Satpam Bank Sumut ditangkap
Ketua DPR minta pemerintah buat strategi tangkal radikalisme pada anak
Posting soal terorisme, pilot Garuda Indonesia langsung digrounded