Pemprov DKI Pasang Target Ambisius, Kawasan Kumuh dan Rawan Rampung 2027
Dia menambahkan, pada tahun 2025 terdapat penataan kawasan sekitar 55 RW dan direncanakan rampung keseluruhan pada 2027.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penataan kawasan kumuh di ibu kota rampung pada 2027. Target ini disampaikan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, yang menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan RPJMD DKI Jakarta 2025–2029 serta Pergub Nomor 33 Tahun 2024 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman.
"Pemprov menargetkan penataan seluruh RW kumuh, total sekitar 445 RW, dengan 284 RW sudah ditangani hingga 2024," ujar Chico dalam keterangannya, Minggu (26/4).
Dia menambahkan, pada tahun 2025 terdapat penataan kawasan sekitar 55 RW dan direncanakan rampung keseluruhan pada 2027.
Adapun bagi kawasan bantaran rel dan rawan akan direlokasi ke hunian vertikal, serta berkolaborasi dengan pemerintah pusat.
Dampak Penataan
Chicp menuturkan, penataan kawasan kumuh dan rawan memiliki dampak positif dan signifikan. Dari sisi keselamatan misalnya, penataan ini bisa mengurangi risiko kecelakaan kereta.
Sementara dari ketertiban kota yaitu mengembalikan lahan milik negara sehingga lebih tertib dan tertata. Terakhir, dari sisi kualitas hidup juga dapat meningkatkan kesehatan, pendidikan anak, serta produktivitas.
"Ini langkah nyata menuju Jakarta yang lebih aman, tertata, dan manusiawi," sambungnya.
Kedepannya, kata Chico, Pemprov DKI akan terus melakukan penataan serupa secara bertahap di bantaran-bantaran rel lainnya. Pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, PT KAI, dan stakeholder terkait dalam proses penataan ini.
"Pendekatan yang dilakukan meliputi relokasi ke hunian layak, penegakan aturan lahan negara, dan pencegahan okupasi baru, termasuk pagar pembatas di titik rawan," katanya.