LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkot Solo mengaku merugi kelola pasar tradisional

Rudyatmo merinci, dari sektor pendapatan pasar, Pemkot hanya menerima dana Rp 20 miliar setahun. Jumlah tersebut tak mencukupi untuk biaya operasional yang mencapai Rp 60 miliar.

2018-06-07 04:31:00
Revitalisasi pasar
Advertisement

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengaku merugi mengelola pasar tradisional. Pasalnya, pendapatan penarikan retribusi dianggap tidak sebanding dengan biaya operasional.

"Retribusi pasar yang kita terima tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus kita keluarkan," ujar Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Rabu (6/6).

Wali kota mencontohkan, di Pasar Jebres, pendapatan dari pengelolaan pasar yang diterima Pemkot selama setahun tidak lebih Rp 140 juta. Sedangkan biaya operasional untuk kebersihan, listrik, pemeliharaan dan lain sebagainya bisa dua kali lipatnya. Jika dihitung-hitung, Pemkot selalu merugi dalam pengelolaan pasar tradisional.

Advertisement

Lebih lanjut Rudyatmo merinci, dari sektor pendapatan pasar, Pemkot hanya menerima dana Rp 20 miliar setahun. Jumlah tersebut tak mencukupi untuk biaya operasional yang mencapai Rp 60 miliar.

"Kami mengajak seluruh warga lingkungan pasar untuk ikut menjaga kebersihan dan bangunan pasar. Selama ini banyak pedagang yang mengabaikan kebersihan pasar. Karena mereka merasa telah membayar retribusi kepada Pemkot,' katanya.

Rudy, sapaan akrabnya meminta agar para pedagang tidak mentang-mentang sudah membayar retribusi, kemudian bisa seenaknya. Tidak menjaga kebersihan tempat jualan dan sebagainya.

Advertisement

Selain mengajak seluruh warga pasar tradisional untuk ikut menjaga kebersihan, Rudy juga berencana mempublikasikan laporan keuangan 44 pasar tradisional. Selain mendukung transparansi, publikasi itu diharapkan bisa mendorong pedagang terlibat aktif dalam pemeliharaan pasar.

"Dengan publikasi laporan keuangan diharapkan mampu memantik kesadaran pedagang bahwa bangunan pasar tradisional perlu dipelihara bersama," katanya.

Melalui publikasi tersebut, biaya operasional masing-masing pasar akan dibeberkan. Sehingga masyarakat, terutama pedagang biar tahu kalau mengelola pasar tradisional itu tidak ada untungnya.

Kepala Dinas Perdagangan Solo Subagiyo menambahkan, semakin besar pasar tradisional maka semakin besar pula biaya operasionalnya. Subagiyo juga sepakat dengan rencana Wali Kota yang akan membeberkan pendapatan pasar setiap tahunnya.

Baca juga:
Anggaran revitalisasi Pasar Klewer Timur belum jelas, Pemkot Solo cari pinjaman
Stadion Manahan direvitalisasi, ribuan PKL terancam kehilangan lapak
Bangun pasar ayam, Pemkot Solo minta dana Rp 24,5 M ke Pemerintah Pusat
Lawan rencana eksekusi pasar Kemiri, pedagang geruduk PN Depok
Revitalisasi Pasar Jebres, Pemkot Solo siapkan Rp 18,5 miliar
Dedi Mulyadi nilai tempat pelelangan ikan perlu direvitalisasi
Pembangunan Pasar Klewer timur belum jelas, Pemkot Solo ketar-ketir

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.