LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemkot Siapkan Perwali Baru, Kerumunan di Solo akan Langsung Diswab

Dengan kondisi tersebut, Rudy menyampaikan telah melakukan sejumlah pembatasan sosial. Di antaranya terkait kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan. Seperti hajatan, pernikahan dan lainnya.

2020-07-16 14:47:09
Solo
Advertisement

Melonjaknya kasus corona di Kota Solo, membuat pemerintah daerah setempat ekstra waspada. Kelonggaran yang diberikan selama ini justru membuat kasus meningkat tajam. Untuk itu Pemkot menyiapkan peraturan wali kota (perwali) yang akan dilengkapi sanksi bagi yang melanggar.

"Dengan surat edaran kita tidak ditaati, nanti kalau dengan denda kita disalahkan karena melanggar perda," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (16/7).

Rudy membantah jika keputusan tersebut untuk menakut-nakuti masyarakat. Apalagi setelah satu bulan tidak ada penambahan, tiba-tiba naik drastis 18 Minggu lalu dan 29 lagi kemarin. Ia juga tak menampik status zona hitam yang terlanjur disematkan untuk Kota Solo akan berpengaruh terhadap perekonomian di Solo.

Advertisement

"Ekonomi tetap akan jadi terpengaruh. Kalau pengaruh terhadap ekonomi pasti akan berpengaruh terhadap yang lainnya," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Rudy menyampaikan telah melakukan sejumlah pembatasan sosial. Di antaranya terkait kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan. Seperti hajatan, pernikahan dan lainnya.

"Kemarin ada yang minta izin gantangan kita tolak, izinnya saya cabut. Hajatan dan ijab qabul dirumah tidak boleh, harus di KUA. Kalau mau hajatan ya harus di gedung," tandasnya.

Advertisement

Sedangkan untuk kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah juga masih tidak diizinkan. Pemkot Solo, lanjut Rudy juga masih melakukan pengawasan di sejumlah tempat yang rawan terjadi kerumunan massa. Diantaranya Plaza Manahan, Taman Jaya Wijaya Mojosongo dan lainnya.

"Taman Jaya Wijaya ini kita cek. Kalau masih ada kerumunan kita tutup nanti," katanya.

Baca juga:
Ridwan Kamil Tak Terkejut Data BPS Sebut Warga Miskin di Jabar Bertambah
Brasil Kerahkan Pesawat untuk Evakuasi Pasien Covid-19
Update Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet dan RSKI Pulau Galang Per 16 Juli 2020
Fraksi PKS DPRD DKI Minta Anies Baswedan Kembali Terapkan PSBB
Akibat Corona, American Airlines akan PHK 25.000 Karyawan
PTSP DKI Sebut SIKM Masih Berlaku, CLM Syaratnya

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.