Pemkot Semarang Cairkan Dana Insentif Nakes Rp14 Miliar
Pemerintah Kota Semarang menyatakan telah mencairkan dana insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19 di rumah sakit dan puskesmas. Anggaran tersebut bersumber dari dana APBD sebesar Rp12 hingga Rp14 miliar.
Pemerintah Kota Semarang menyatakan telah mencairkan dana insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19 di rumah sakit dan puskesmas. Anggaran tersebut bersumber dari dana APBD sebesar Rp12 hingga Rp14 miliar.
"Insentif itu rutin dicairkan sejak Januari 2021 yang sudah terbayarkan senilai Rp 8 miliar, Maret sebesar Rp8 miliar, April sebesar Rp9 miliar dan Mei serta Juli yang terbayarkan ada sebanyak Rp12 miliar sampai Rp14 miliar," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam di Semarang, Jumat (27/8).
Dia menyebut total nakes yang menerima dana insentif dari Pemkot berjumlah 8 ribu orang per bulan. Para nakes yang memperoleh insentif rata-rata yang bekerja di rumah sakit dan puskesmas.
"Nakes yang terima insentif yang dapat banyak Mei Juli. Karena pasien yang dirawat dan yang meninggal juga meningkat. Jadi wajar kalau mereka di bulan itu dapatnya lebih besar," ungkapnya.
Saat ini kasus aktif covid-19 di Kota Semarang cenderung menurun mencapai 148 kasus, di antaranya 95 kasus covid-19 diderita oleh warga Kota Semarang. Sehingga, pihaknya memprediksi biaya insentif yang harus dibayarkan kepada tenaga kesehatan di Kota Semarang juga menurun.
"Kasus positif baru tidak banyak di rumah sakit. mungkin di bawah sepuluh. Kemarin kasus baru ada 3 orang," tutupnya.
Baca juga:
Kemenkes Sebut 99,3% Tunggakan Insentif Tenaga Kesehatan Sudah Dibayarkan
Dinkes Kota Ambon: Puluhan Nakes Masih Jalani Isolasi Mandiri
Insentif Nakes di Surabaya Dibayarkan Maksimal 75 Persen
Stafsus Mensesneg: Berhenti Debatkan Mana Lebih Penting, Nyawa atau Ekonomi
Ketua DPR Minta Insentif Tenaga Kesehatan Segera Dibayarkan
Insentif untuk Seribu Lebih Tenaga Kesehatan di Tangerang Sudah Dibayar