Pemkot Samarinda Tutup Jembatan Mahkota II Usai Longsor Bikin Geser Pylon Jembatan
Pemkot Samarinda Kalimantan Timur menutup Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II mulai hari ini. Penyebabnya, adanya pergeseran pylon jembatan usai kejadian tanah ambles dan longsor di sekitar pondasi jembatan, Minggu (25/4) kemarin
Pemkot Samarinda Kalimantan Timur menutup Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II mulai hari ini. Penyebabnya, adanya pergeseran pylon jembatan usai kejadian tanah ambles dan longsor di sekitar pondasi jembatan, Minggu (25/4) kemarin. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang tertimbun longsor ke arah sungai, dan dinyatakan dalam pencarian SAR gabungan.
Pasca longsor, sejak Minggu (25/4) muncul retakan tanah di sekitar lokasi kejadian, yang dikhawatirkan berimbas ambles dan longsor susulan. Puncaknya pagi ini, jalan cor beton pun ikut ambles.
Tinjauan di lokasi, ada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kalhold yang berada di sekitar bawah jembatan. Diduga, proyek itu mengakibatkan tanah bawah jembatan menjadi tidak stabil.
Dari penjelasan konsultan, pylon jembatan di lokasi kejadian dari sisi Jalan Ampera di Palaran itu, telah bergeser ke kanan hingga 7 mm, dan turun ke bawah kurang dari 35 mm. Kondisi itu menjadi riskan bagi pengguna jalan jembatan.
"Per jam 13 ini, jembatan saya nyatakan tertutup, ditutup untuk semua jenis kendaraan," kata Wali Kota Samarinda Andi Harun, dalam penjelasan resmi di lokasi kejadian, Senin (26/4).
Jembatan Mahkota ditutup. ©2021 Istimewa
Andi menerangkan, penutupan jembatan sepanjang 1,42 km itu hingga batas waktu yang belum ditentukan, sampai adanya pengumuman kondisi terbaru jembatan dari hasil kajian teknis.
"Agar untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, agar semua jadi safety. Mungkin pengguna jalan tidak nyaman, tapi kita ambil keputusan siang ini untuk kepentingan yang lebih besar," ungkap Andi.
Meski dilaporkan ada hasil sementara dari penelitian, Andi tidak ingin berspekulasi. "Saya tidak mau spekulasi, sampai saya benar-benar yakin bahwa jembatan benar-benar aman," demikian Andi.
Diketahui, ambles dan longsor tanah di bawah Jembatan Mahkota II, terjadi Minggu (25/4). Seorang pemancing, Aan Riyadi (22), hilang usai tertimpa longsor yang menyeretnya ke sungai Mahakam. Namun demikian, pascalongsor ditengarai mengakibatkan keretakan baru akibat tanah yang tidak stabil.
Baca juga:
Banjir Bandang di NTT, PUPR akan Fokus Perbaiki 3 Jembatan Rusak
Perbaikan Jembatan GDC Ambles Ditargetkan 4 Bulan, Menelan Anggaran Rp7 M
Sembilan Jembatan di NTT Ambruk akibat Badai Siklon Seroja
Jalan Ambles di GDC Depok, DPRD Minta Perbaikan Disegerakan
Belum Sempat Diperbaiki, Jembatan di GDC Kota Depok Ambles
Diterjang Banjir Bandang, Jembatan di Empat Lawang Roboh