Pemkot Depok Larang Perayaan Valentine karena Bertentangan dengan Norma Agama
Dinas Pendidikan Kota Depok melarang perayaan hari Valentine. Larangan tersebut ditulis dalam surat edaran dengan nomor 42I/937 /ll/ Peb SMP/2020 yang dituju ke kepala sekolah SD, SMP dan pelajar se-Depok.
Dinas Pendidikan Kota Depok melarang perayaan hari Valentine. Larangan tersebut ditulis dalam surat edaran dengan nomor 42I/937 /ll/ Peb SMP/2020 yang dituju ke kepala sekolah SD, SMP dan pelajar se-Depok.
"Iya benar kami menyebarkan surat edaran itu agar tidak merayakan hari valentine day ke kepala sekolah SD dan SMP," kata Kepala Dinas Pendidikan Depok Mohammad Thamrin, Kamis (13/2).
Dalam surat dituliskan bahwa valentine day bertentangan dengan norma agama, sosial dan budaya. Surat edaran itu kata dia, bersifat upaya membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
"Kami mohon perhatian saudara untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut mengimbau peserta didik untuk tidak merayakan valentine day, baik di dalam maupun diluar lingkungan sekolah," terangnya sesuai dengan isi surat.
Pemkot juga mengintruksikan para pengawas untuk mengawasi kegiatan peserta didik masing-masing di tiap sekolah. Supaya hal-hal yang negatif tidak terjadi kepada peserta didik.
"Kami juga mengimbau agar kepala sekolah, guru, dan komite sekolah untuk menanamkan sikap dan prilaku serta karakter dengan melestarikan nilai nilai luhur budaya bangsa Indonesia," tukasnya.
Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok KH. Ahmad Dimyati Badruzzaman menegaskan, melarang kegiatan perayaan hari Valentine.
"MUI (Depok) tentu mengimbau generasi muda milenial untuk hati-hati, jangan ikut-ikutan budaya barat. Karena valentine ini bukan budaya Islami dan bukan budaya orang Indonesia," kata Dimyati.
Dia mengatakan, perayaan Valentine mengarah kepada kebebasan berpacaran dan berhubungan bukan muhrim. Karena itu katanya, perayaan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. "Sebagai bangsa Indonesia yang notabene bangsa religius dan menjunjung tinggi norma agama, norma asusila, jelas perayaan valentine itu bertentangan," tutupnya.
Baca juga:
Aktivitas Pasar Bunga Rawa Belong Jelang Hari Valentine
Tak Lagi Dilarang, Begini Cara Warga Arab Saudi Rayakan Hari Valentine
Valentine si Jomblo: 10 Film Inspiratif buat Ditonton Sendirian saat 14 Februari
Valentine si Jomblo: Mengenal Black Day, Perayaan Valentine-nya Kaum Single di Korea
7 Cara Membuat Cokelat Valentine Enak, Mudah dan Praktis
Gading Marten Rayakan Valentine dengan Perempuan Ini
Puluhan Pasangan Ikuti Nikah Massal di Hari Valentine