Pemkab Mojokerto Salurkan Bantuan Longsor untuk Ratusan Warga Terdampak
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD menyalurkan bantuan sosial bagi 146 warga terdampak longsor di Desa Dilem dan Kalikatir, Kecamatan Gondang, Mojokerto, sebagai respons cepat terhadap bencana longsor.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menunjukkan respons cepat terhadap bencana alam dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak longsor. Sebanyak 146 warga dari Desa Dilem dan Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Mojokerto, menerima bantuan ini di Balai Desa Kalikatir. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Mojokerto untuk meringankan beban masyarakat setelah insiden longsor yang terjadi.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, secara langsung memastikan bantuan tersebut sampai kepada para penerima. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar seperti beras, perlengkapan sanitasi (hygiene kit), serta kebutuhan khusus untuk anak-anak dan balita. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban longsor.
Bupati Albarraa juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk senantiasa siaga dan waspada terhadap potensi bahaya cuaca ekstrem. Terutama di masa perubahan musim seperti sekarang ini, kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi menuntut kewaspadaan tinggi dari warga. Pemkab Mojokerto berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakatnya.
Detail Bantuan dan Jumlah Penerima Bantuan Longsor Mojokerto
Bantuan sosial yang disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto ini ditujukan untuk meringankan beban warga pascabencana longsor. Total 146 kepala keluarga (KK) menjadi penerima manfaat dari program ini. Rinciannya, 103 KK berasal dari Desa Dilem dan 43 KK lainnya dari Desa Kalikatir.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menjelaskan bahwa jenis bantuan yang diberikan sangat beragam. Bantuan tersebut meliputi pasokan beras untuk kebutuhan pangan sehari-hari, hygiene kit untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, serta berbagai kebutuhan penting bagi anak-anak dan balita. Diharapkan, bantuan ini dapat membantu masyarakat yang kehilangan harta benda atau terganggu aktivitasnya akibat longsor.
Penyaluran bantuan ini menegaskan komitmen Pemkab Mojokerto dalam memberikan dukungan nyata kepada warganya yang sedang tertimpa musibah. Fokus pada kebutuhan dasar dan spesifik seperti perlengkapan anak-anak menunjukkan perhatian pemerintah terhadap seluruh lapisan masyarakat terdampak. Upaya ini merupakan bagian integral dari penanganan pascabencana di wilayah tersebut.
Penyebab Longsor dan Upaya Penanganan Pascabencana
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa longsor terjadi pada malam tanggal 21 Maret 2026. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama di wilayah Tahura Raden Soerjo dan sekitarnya. Akibatnya, banjir bandang terjadi dan merusak tandon serta pipa-pipa air yang menjadi sumber air bersih bagi Desa Dilem dan Desa Kalikatir.
Pasca-longsor, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto segera bergerak cepat. Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Palang Merah Indonesia (PMI) turut serta dalam kegiatan penanganan pascabencana. Kolaborasi antar-OPD ini penting untuk memastikan penanganan yang komprehensif.
Ada tiga langkah utama yang dilakukan dalam penanganan pascabencana ini. Pertama adalah asesmen mendalam untuk menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi yang paling efektif. Kedua, penyediaan dan distribusi air bersih darurat kepada warga yang terdampak. Ketiga, rencana kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk perbaikan tandon air yang rusak.
Rinaldi menambahkan, “Pemkab Mojokerto melakukan kolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur dalam penanganan perbaikan tandon secara darurat dan pipanisasi yang nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR melalui anggaran BTT (belanja tidak terduga).”
Kolaborasi Pemerintah dan Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana. Perbaikan tandon air dan pipanisasi yang rusak akibat longsor akan ditangani bersama, dengan dukungan anggaran dari belanja tidak terduga (BTT) yang dikelola oleh Dinas PUPR. Sinergi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi dampak bencana.
Bupati Muhammad Albarraa juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. “Kami imbau semua untuk tetap berhati-hati, kondisi cuaca yang saat ini tidak bisa diprediksi, tetap waspada, berhati-hati, tidak usah panik,” ujarnya.
Imbauan ini disampaikan mengingat perubahan musim yang seringkali membawa cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang dapat memicu longsor atau banjir. Pemkab Mojokerto terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keamanan serta kesejahteraan warganya. Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
Sumber: AntaraNews