Pemkab Bogor dan Badan Informasi Geospasial Kaji Pergeseran Tanah Usai Banjir Bandang
Jika BIG menyatakan bahwa kawasan tersebut berpotensi tinggi terjadinya pergeseran tanah, maka Pemkab Bogor akan memunculkan opsi relokasi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, melibatkan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mengkaji potensi pergeseran tanah di Komplek Gunung Mas, Kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, usai banjir bandang.
"Kami akan memanggil BIG untuk melihat konstruksi tanah, bagaimana apakah masih ada pergerakan. Nanti kami minta masukan dari mereka," ungkap Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat meninjau lokasi banjir, Selasa (19/1).
Menurutnya, jika BIG menyatakan bahwa kawasan tersebut berpotensi tinggi terjadinya pergeseran tanah, maka Pemkab Bogor akan memunculkan opsi relokasi.
"Area ini cukup berbahaya karena daerahnya turunan," kata politisi Partai Gerindra itu.
Iwan menyebutkan bahwa hingga kini para korban banjir pun masih dilarang untuk pulang, khawatir terjadi banjir bandang susulan. Sehingga terpaksa mengungsi di tempat yang dianggap lebih aman.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sebanyak 134 keluarga (KK) dengan 474 jiwa harus mengungsi.
Banjir yang terjadi akibat meluapnya aliran anak Sungai Ciliwung yang melewati perkebunan teh PTPN VIII itu merusak beberapa rumah warga dan menutup beberapa akses jalan.
Baca juga:
Korban Banjir Bandang di Puncak Bogor Dilarang Pulang karena Cuaca Belum Kondusif
Kontur Tanah Labil, Wabup Bogor Minta Pengungsi Sementara Tak Kembali ke Rumah
CEK FAKTA: Ini Bukan Video Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru
900 Warga Terdampak Banjir di Puncak, Sebagian Mengungsi di Wisma PTPN 8 Gunung Mas
Puncak Banjir Bandang, Dua Warga Terluka, 900 Orang Mengungsi