Pemkab Bengkayang Perkuat Kapasitas Relawan PMI dan PMR sebagai Fondasi Kemanusiaan Daerah
Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas relawan PMI Bengkayang serta Palang Merah Remaja (PMR) sebagai pilar utama ketangguhan kemanusiaan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, secara aktif memperkuat kapasitas relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Remaja (PMR) di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk membangun fondasi ketangguhan kemanusiaan daerah, mengingat peran krusial PMI dalam respons bencana dan layanan sosial. Pembinaan ini diharapkan dapat mencetak generasi relawan yang siap menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyoroti peran strategis PMI sebagai simpul kemanusiaan yang mampu menyatukan berbagai latar belakang masyarakat. Ia juga menekankan bahwa kekuatan PMI tidak hanya bergantung pada relawan aktif saat ini, tetapi juga pada kesiapan kader muda yang dibina melalui PMR. Penguatan ini menjadi prioritas mengingat Bengkayang merupakan daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
Pembinaan relawan PMI dan PMR ini diselenggarakan di Institut Shanti Bhuana, Minggu (14/12). Kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk meningkatkan kompetensi teknis dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan para relawan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung PMI melalui berbagai kebijakan dan fasilitasi pelatihan yang berkelanjutan.
PMR sebagai Investasi Kemanusiaan Jangka Panjang
Bupati Sebastianus Darwis menegaskan bahwa Palang Merah Remaja (PMR) merupakan investasi kemanusiaan jangka panjang bagi Kabupaten Bengkayang. Melalui PMR, karakter empati, disiplin, dan kesiapsiagaan dibentuk sejak dini, sehingga daerah memiliki generasi relawan yang tangguh dan siap menjawab tantangan kemanusiaan di masa depan. Pembinaan ini bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler sekolah, melainkan ruang pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan yang relevan.
“PMR adalah investasi kemanusiaan jangka panjang. Di sinilah karakter empati, disiplin, dan kesiapsiagaan dibentuk sejak dini, sehingga daerah memiliki generasi relawan yang siap menjawab tantangan ke depan,” kata Sebastianus Darwis dalam acara pembinaan tersebut. Selain keterampilan dasar kepalangmerahan, PMR dinilai efektif menanamkan kepedulian, keberanian menolong, serta kemampuan bekerja dalam tim yang solid.
Nilai-nilai ini sangat penting mengingat kebutuhan daerah yang rawan bencana dan krisis sosial. Dengan pembinaan yang terstruktur, diharapkan anggota PMR dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga integritas dan semangat kemanusiaan yang tinggi. Hal ini akan memperkuat ekosistem relawan di Bengkayang secara berkelanjutan.
Apresiasi dan Komitmen Pemerintah Daerah untuk Relawan PMI
Bupati Sebastianus Darwis turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada dedikasi relawan PMI yang kerap bekerja dalam kondisi darurat tanpa sorotan publik. Peran relawan dianggap krusial dalam mempercepat penanganan awal bencana, memberikan pertolongan pertama, hingga menyediakan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak. Kehadiran mereka di saat-saat sulit adalah wujud nyata panggilan kemanusiaan.
“Relawan PMI hadir ketika situasi paling sulit. Ini bukan sekadar tugas teknis, tetapi panggilan kemanusiaan yang membutuhkan ketangguhan mental dan integritas,” ujarnya, menggarisbawahi betapa pentingnya peran mereka. Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan PMI melalui dukungan kebijakan, fasilitasi pelatihan, serta penguatan jejaring lintas sektor.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kesiapsiagaan bencana yang terstruktur dan berkelanjutan. Ketua PMI Kabupaten Bengkayang, Anita S. Darwis, menyambut baik dukungan pemerintah daerah. Ia berharap pembinaan berkelanjutan ini akan meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan relawan PMI dan PMR, menciptakan relawan yang terlatih, berintegritas, dan siap menjadi wajah kemanusiaan Bengkayang di berbagai situasi.
Sumber: AntaraNews