Pemkab Batang Benahi Penyaluran Bansos Dampak Covid-19
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah berjanji membenahi mekanisme penyaluran bantuan sosial kepada warga miskin terdampak pandemi Covid-19. Selama ini bansos Covid-19 dinilai masih menyisakan kekurangan. Seperti belum tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah berjanji membenahi mekanisme penyaluran bantuan sosial kepada warga miskin terdampak pandemi Covid-19. Selama ini bansos Covid-19 dinilai masih menyisakan kekurangan. Seperti belum tepat sasaran.
"Kita siap memperbaiki sistem verifikasi serta validasi data masyarakat miskin dan meningkatkan kualitas dalam pembagian bantuan sosial baik tunai maupun nontunai," kata Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Minggu.
Sistem pendataan masyarakat miskin memang seharusnya mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum Verifikasi dan Validasi Data Terpadu bagi Penanganan Fakir dan Miskin, serta Orang Tidak Mampu.
Pemkab akan memberikan petunjuk pada pemerintah desa maupun kelurahan yang memiliki kewajiban melaksanakan verifikasi dan validasi data agar sesuai dengan kondisi warga miskin yang sebenarnya.
"Melalui verifikasi dan validasi warga miskin, selanjutnya ditetapkan dalam berita acara musyawarah desa/kelurahan (musdes). Pada pelaksanaannya, mereka harus menjalin koordinasi dengan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK)," katanya.
Selain itu, kata dia, pemkab akan mengikuti saran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mengenai masyarakat yang belum mendapat bantuan langsung tunai baik dari pusat, provinsi, kabupaten dan Dana Desa dapat diusulkan melalui Dana Desa.
"Selama Dana Desa tersedia dan yang bersangkutan masuk kategori miskin, serta sudah melalui musyawarah desa maka silakan saja masyarakat yang belum mendapat bantuan dapat diusulkan melalui Dana Desa," katanya.
Ditambahkan Suyono, Pemkab Batang telah melakukan perubahan alokasi anggaran dengan mengurangi kegiatan untuk eksekutif dengan mengalihkan kegiatan penanganan Covid-19 dan dampak dari pandemi virus corona.
"Kita menerima saran dari DPRD yang mengharapkan pada masa pandemi Covid-19 agar orientasi belanja untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat," katanya.
Baca juga:
Survei Alvara: Masyarakat Lebih Ingin Bansos Tunai Dibanding Sembako
Bersihkan Data, Pemkot Yogyakarta Prediksi Penerima Bansos Covid-19 Turun 17 Persen
DPRD DIY Minta Pemda Buat Inovasi Baru dalam Penyaluran Bansos
Kemensos dan ASJBI Bagikan 500 Sembako Buat Warga di Tanjung Priok
Faisal Basri Sentil Pengadaan Bansos Sembako Corona Tak Berdayakan UMKM
Per 30 Juni 2020, Realisasi Anggaran Perlindungan Sosial Baru Rp72,5 Triliun