Pemilik Hotel Termahal RI Diduga Terseret Kasus Harun Masiku
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus buronnya Harun Masiku di suap pengurus anggota DPR periode 2019-2024.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus buronnya Harun Masiku di suap pengurus anggota DPR periode 2019-2024. Sudah banyak pihak diperiksa KPK. Terbaru adalah terpidana kasus korupsi sekaligus pemilik salah satu hotel termahal, Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.
Djoko memenuhi panggilan KPK, Rabu (9/4) siang. Djoko diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Harun Masiku dan advokat PDIP, Donny Tri Istiqomah (DTI).
Sebelumnya KPK menetapkan Donny Tri sebagai tersangka bersama dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di perkara ini. Keduanya diduga menyuap anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI periode 2017–2022, Wahyu Setiawan.
Menurut Setyo, Hasto Kristiyanto disebut melakukan berbagai upaya agar Harun Masiku dapat ditetapkan sebagai anggota DPR RI. Setelah cara-cara resmi tidak berhasil, Hasto diduga memilih jalan suap.
"Oleh karenanya upaya-upaya tersebut tidak berhasil maka saudara HK bekerja sama dengan saudara Harun Masiku, Saiful Bahri, dan DTI melakukan upaya penyuapan kepada Wahyu Setiawan dan Agustinus Tio, di mana diketahui Wahyu merupakan kader dari partai yang menjadi komisioner di KPU," jelasnya.
Lebih jauh, Hasto juga disebut mengatur Donny Tri untuk menyusun kajian hukum pelaksanaan putusan MA dan menyusun surat permohonan fatwa ke Mahkamah Agung.
"Saudara HK bersama dengan Harun Masiku, Saiful Bahri dan DTI melakukan penyuapan terhadap Wahyu Setiawan. Jumlahnya sama dengan penjelasan dengan kasus sebelumnya," Setyo menandaskan.
Usai diperiksa KPK, Djoko hanya memberikan pernyataan ringkas kepada wartawan. Dia mengaku tidak mengenal Harun.
"Mana tau saya enggak kenal sama sekali," kata Djoko kepada wartawan.
Awak media pun terus mengorek perihal informasi keterkaitan kasus suap tersebut. Ketika disodorkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang saat ini jadi terdakwa kasus suap PAW DPR itu dan perintangan penyidikan Harun, Djoko juga mengaku tidak kenal.
"Enggak-enggak (sosok Hasto)," singkat Djoko.
Namun pernyataan Djoko tersebut terbantahkan oleh penjelasan Jubir KPK, Tessa Mahardika Sugiarto.
Rupanya Djoko diperiksa lantaran pernah bertemu langsung dengan Harun Masiku di luar negeri.
"Jadi informasi yang didapat dari penyidik, yang bersangkutan (Djoko Tjandra) dimintakan keterangannya terkait pertemuan, informasi pertemuan antara yang bersangkutan dengan saudara HM di Kuala Lumpur, Malaysia," kata Tessa.
Djoko rupanya sempat dimintai bantuan oleh Harun dalam pertemuan tersebut. Namun Tessa belum bisa merinci perihal bantuan apa berhubungan dengan kasus suap yang menjerat Harun atau bukan.
"Pembahasannya terkait ada permintaan dari saudara DST kepada saudara HM untuk membantu mengurus sesuatu," ungkap Tessa.
"Namun lebih teknisnya masih belum dapat dibuka oleh penyidik, masih memerlukan waktu untuk diperdalam," pungkas dia.